Google+ Badge

Senin, 18 Februari 2013

MODUL Sejarah Kelas XI


BAB. I PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP SEJARAH 



 A. Apa Itu Sejarah? Secara etimologi, sejarah berasal dari serapan bahasa Arab yaitu syajaroh yang berarti pohon. Bagian-bagian dari pohon itu menunjukan adanya aspek kehidupan yang saling berhubungan, yang membuat pohon itu menjadi hidup. Kita lihat bagian dari pohon itu terdiri dari akar, batang, dahan, ranting, daun dan buah. Dari gambaran pohon terdapat gerak yang bersifat aktif yang terus menerus berubah sesuai dengan waktu dan ruang, karena sejarah memiliki konsep dasar yaitu konsep perubahan, konsep tentang waktu, dan konsep kontinuitas dan diskontinuitas. Jika kita hubungkan pengertian syajaroh dengan kehidupan manusia maka dapat mengandung arti bahwa manusia itu hidup dan terus bergerak seiring dengan perjalanan waktu dan tempat atau ruang dimana manusia itu berada. Kehidupan bukanlah sesuatu yang terus menerus tumbuh dan berkembang. Sebagai contoh, manusia dalam kehidupannya mengalami fase-fase tertentu yaitu alam rahim, bayi, anak-anak, remaja, dewasa, dan orang tua. Fase-fase tersebut menunjukan adanya kesinambungan dalam kehidupan manusia. Kesinambungan itu terjadi karena manusia diikat oleh waktu dan ruang. Ada masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang. Masa lalu akan menentukan masa sekarang, dan masa sekarang akan menentukan Kata-kata arab lainnya yang memiliki arti yang hampir sama dengan Syajaroh antara lain silsilah, riwayat atau hikayat, kisah dan tarikh. Silsilah menunjuk pada keluarga dan nenek moyang. Pada masa kerajaan-kerajaan masa lampau sering dibuat silsilah keluarga raja mulai dari siapa pendiri kerajaan sampai pada raja yang sedang berkuasa. Riwayat atau hikayat dikaitkan dengan cerita yang diambil dari kehidupan, baik perorangan maupun keluarga. Riwayat dapat berarti laporan atau cerita tentang kejadian. Hikayat yaitu cerita tentang kehidupan yang menjadikan manusia sebagai objeknya atau disebut dengan biografi. Jika objek cerita itu tentang kehidupan seseorang atau diri sendiri maka disebut autobiografi. Tujuan dari autobiografi ini antara lain adalah agar masyarakat dapat mengetahui riwayat hidup dan perjuangannya. Di Indonesia, kata-kata yang artinya serupa dengan sejarah antara lain babad, tambo, pustaka, dan cerita. Babad dalam bahasa jawa berarti memangkas. Hasil dari pembabadan ini adalah suasana terang. Maka dalam hal ini sejarah itu bertugas memberikan penerangan tentang suatu keadaan. Ada pula dalam bahasa asing yaitu history/historia, yang berasal dari kata history yang berarti ilmu atau dapat diterjemahkan orang pandai. Dalam perkembangannya, kata historia berarti pengertian tentang gejala-gejala terutama yang berkaitan dengan kehidupan manusia secara kronologis. Dengan demikian dari etimologi, sejarah itu dapat diartikan sesuatu yang terkait dengan ilmu, terkait dengan perkembangan suatu keluarga atau masyarakat, dan merupakan sesuatu yang telah terjadi atau masa lampau umat manusia. Untuk dapat memberikan gambaran tentang pengertian sejarah secara lengkap, para ahli menjelaskan beberapa definisi antara lain : 1. Herodotus : Sejarah tidak berkembang kearah depan dengan tujuan pasti melainkan bergerak seperti garis lingkaran yang tinggi rendahnya diakibatkan oleh keadaan manusia. 2. Ibnu Khaldun : Sejarah adalah catatan tentang masyarakat umat manusia atau peradaban dunia dan tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada watak masyarakat itu. Lebih jauh ia mambagi pengertian sejarah dari dua sisi : sisi luar dan sisi dalam. Dari sisi luar dijelaskan bahwa sejarah merupakan perputaran waktu, rangkaian peristiwa dan pergantian kekuasaan. Sedangkan dari sisi dalam, sejarah adalah sesuatu penalaran kritis dan usaha yang cermat untuk mencari kebenaran, suatu penjelasan yang cerdas tentang sebab akibat, tentang asal-usul segala sesuatu, dan suatu pengetahuan yang mendalam tentang mengapa serta bagaimana peristiwa itu terjadi. 3. R. Moh. Ali : menerangkan bahwa sejarah adalah keseluruhan perubahan dan kejadian yang benar-benar telah terjadi. Sejarah adalah ilmu yang menyelidiki perubahan yang benar-benar terjadi pada masa lampau. 4. Robert V. Daniels mendefinisikan sejarah sebagai kenangan dari tumpuan masa silam. Sejarah yang dimaksud adalah sejarah manusia. Manusia merupakan pelaku sejarah. Kemampuan yang dimiliki manusia adalah kemampuan untuk menangkap kejadian-kejadian yang ada disekelilingnya. Hasil dari tangkapan tersebut akan menjadi ingatan atau memori dalam dirinya. Dan memori ini akan menjadi sumber sejarah. 5. Robin Winks menyatakan sejarah adalah studi tentang manusia dalam kehidupan masyarakat manusia, perubahan masyarakat yang terus menerus merekam ide-ide yang membatasi aksi-aksi masyarakat, dan merekam kondisi-kondisi material yang telah membantu atau merintangi perkembangannya. Berdasakan definisi-definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa sejarah adalah studi tentang : 1. manusia baik sebagai individu maupun kelompok 2. manusia dalam konteks waktu 3. manusia dalam kehidupan masyarakat 4. masyarakat yang senantiasa berubah 5. kejadian masa lalu manusia yang dapat memberikan pelajaran pada masa kini dan masa yang akan datang. B. Kegunaan Sejarah Sejarah sebagai ilmu tidak ada gunanya jika tidak bermanfaat bagi manusia. Kegunaan sejarah secara sempit dapat dirasakan dalam bidang pengajaran. Sejak dari taman kanak-kanak sampai sekolah lanjutan, bahkan sekolah tinggi, para siswa diberi pelajaran sejarah. Pada setiap tingkat pendidikan, pengajarannya disesuaikan dengan tingkat kemampuan anak didik. Ditingkat pendidikan dasar cenderung bersifat sebagai hafalan, disekolah lanjutan pada sifat pengertian, sedangkan di pendidikan tinggi ditekankan pada sifat kritik dan analisis. Diluar pengajaran, sejarah mempunyai kegunaan yang luas dan mendalam. Beberapa kegunaan sejarah antara lain : 1. Bersifat edukatif Kita sering mendengar ungkapan “belajar dari sejarah”, “belajarlah dari pengalaman”, “sejarah mengajarkan kepada kita”, “Historia Vitae Magistra” (Sejarah adalah guru kehidupan) dan ungkapan lain. Ungkapan tersebut mengandung arti bahwa sejarah memberi pelajaran bagi kehidupan manusia. Banyak nilai-nilai berharga yang dapat kita petik dari pelajaran sejarah, seperti kebenaran, keadilan, kejujuran, kearifan, keberanian, rela berkorban, dan lain-lain. Jadi sejarah banyak mengajarkan moral. Peristiwa masa lalu tidak sedikit memberikan pelajaran tentang menegakkan kebenaran dan keadilan. Ketika bangsa kita dijajah, banyak terjadi perlawanan yang dilakukan oleh para pejuang dalam menegakkan kebenaran untuk melepaskan diri dari kekuasaan bangsa lain dan mendirikan sebuah negara yang bebas. Perjuangan yang mereka lakukan tidaklah sia-sia. Indonesia menjadi negara yang merdeka dan berdaulat. Apa yang mereka perjuangkan dimasa lalu memiliki nilai-nilai luhur dan dapat menjadi cermin kehidupan bagi kita sekarang. 2. Kegunaan Inspiratif Berbagai kisah sejarah dapat memberikan inspirasi pada pembaca dan pendengarnya. Belajar dari kebangkitan nasional yang dipelopori oleh berdirinya Budi Utomo sebagai organisasi perjuangan yang modern, masyarakat Indonesia sekarang berusaha mengembangkan kebangkitan nasional kedua. Pada kebangkitan nasional pertama, bangsa Indonesia berusaha merebut kemerdekaan yang sekarang ini sudah dicapainya. Untuk mengembangkan dan mempertahankan kemerdekaan, bangsa Indonesia ingin melakukan kebangkitan nasional kedua dengan bercita-cita mengejar ketertinggalannya dari bangsa lain. Bangsa Indonesia tidak hanya ingin merdeka, tetapi juga ingin menjadi bangsa yang maju dan mampu mensejahterakan rakyatnya. Untuk itu bangsa Indonesia sekarang harus giat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui iptek yang dikuasainya, bangsa Indonesia berpeluang menjadi bangsa yang maju dan disegani serta dapat ikut menjaga ketertiban dunia. Dalam kebangkitan umat, para pemimpin Islam juga dapat menjadikan peristiwa masa lampau sebagai inspirasi. Dalam masa sekarang umat Islam diajak untuk dapat kembali bangkit sebagai pemenang dalam mengarungi kehidupan dunia. Berbagai usaha untuk meningkatkan sumber daya manusia dilakukan dimana-mana, seperti pengembangan lembaga pendidikan diberbagai pesantren dan mendirikan beberapa lembaga keuangan yang tidak diharamkan oleh agama. 2. Kegunaan rekreatif Kegunaan lain dari sejarah adalah kegunaan rekreatif. Kegunaan sejarah sebagai kisah dapat memberi suatu hiburan yang segar. Melalui penulisan kisah sejarah yang menarik pembaca dapat merasa terhibur. Gaya penulisan yang hidup dan komunikatif dari para sejarawan terasa mampu menghipnotis pembaca. Konsekuensi rasa senang dan daya tarik penulisan sejarah tersebut pembaca merasa senang. Membaca menjadi media hiburan dan rekreatif. Membaca telah menjadi bagian dari kesenangan, dan dirasakan sebagai kebutuhan. Pembaca tulisan sejarah tidak hanya merasa senang layaknya membaca novel, tetapi juga dapat berimajinasi kemasa lampau. Disini sejarawan dapat menjadi pemandu atau guide. Orang yang ingin melihat situasi suatu daerah dimasa lampau dapat membacanya dari hasil penulisan para sejarawan. Melalui proses rekreasi terhadap berbagai peristiwa sejarah dimasa lampau memungkinkan orang untuk bercermin diri. Untuk dapat mengetahui masa lampau, maka kita memerlukan berbagai sumber. Ada sumber yang mudah diperoleh dan ada pula sumber yang sangat sulit untuk di dapatkan. Ada tiga macam sumber sejarah yaitu sebagai berikut: 1. Sumber Lisan Keterangan berupa ucapan atau perkataan dari orang-orang yang mengalami peristiwa secara langsung atau menjadi saksi langsung dari peristiwa tersebut.




 2. Sumber Tertulis Sumber yang berupa prasasti-prasasti, dokumen, naskah, babad, rekaman dan tulisan yang terdapat pada benda seperti batu, logam, kayu, bambo, gerabah, tulang, tanduk, daun lontar. 3. Sumber Benda Sumber yang berupa peninggalan-peninggalan sejarah ataupun benda-benda budaya seperti kapak, gerabah, perhiasan, manik-manik dan hasil benda lainya. C. Sumber dan Fakta sejarah 1. Sumber Sejarah Sumber sejarah adalah sesuatu yang secara langsung ataupun tidak menyampaikan kepada kita tentang sesuatu kenyataan dimasa lampau. Bagi seorang sejarawan, sumber sejarah merupakan alat, bukan tujuan akhir. Adanya sumber sejarah merupakan bukti dan fakta adanya kenyataan sejarah. Dengan sumber inilah, sejarawan dapat mengetahui kenyataan sejarah. Tanpa adanya sumber, sejarawan tidak akan bisa bercerita apa-apa tentang masa lalu. Sumber sejarah dapat diklasifikasikan menjadi sumber primer dan sumber sekunder; sumber tertulis dan sumber lisan, dan peninggalan benda atau artefak. Sumber primer adalah sumber asli yang menunjukan kesaksian langsung pada saat peristiwa sejarah terjadi. Sedangkan sumber sekunder adalah sumber yang ditulis oleh sejarawan berdasarkan sumber primer atau sumber yang bukan merupakan kesaksian langsung. Sumber tertulis merupakan sumber yang banyak digunakan dalam penelitan sejarah. Apa yang tertulis dalam sumber sejarah akan memberikan informasi tentang kenyataan dimasa lampau. Jenis sumber ini dapat berupa catatan pribadi, surat-surat, prasasti, dokumen, notulen rapat, laporan-laporan, surat kabar, dan lain-lain. Sedangkan sumber lisan adalah keterangan langsung yang diberikan oleh seseorang baik yang menjadi pelaku sejarah dan saksi langsung, ataupun yang mengetahui tentang suatu peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Orang yang memberikan keterangan lisan ini bertanggung jawab atas kebenaran kejadian yang dikisahkannya sehingga informasinya dapat dipertanggungjawabkan dan dapat dipergunakan sebagai sumber sejarah. Untuk memperoleh sumber lisan ini, sejarawan melakukan metode wawancara. Sumber lisan memiliki keterbatasan. Keterbatasan ini lebih disebabkan oleh factor manusia sebagai sumber. Kita akan kehilangan sumber lisan jika orang yang mengetahui sesuatu peristiwa telah meninggal dunia, selain itu daya ingat manusia sangat terbatas. Semakin jauh jarak antara peristiwa yang dialami seseorang, kemungkinan besar orang tersebut akan lupa. Keterbatasan ingatan seseorang akan membuat sumber informasi yang dibutuhkan menjadi kurang akurat. Adapun contoh sumber Sejarah adalah sebagai berikut 2. Fakta Sejarah Kita sering melihat kejadian-kejadian di jalan, misalnya orang berjualan, abang becak menarik becaknya, pemulung memungut barang-barang bekas, dan lain sebagainya. Peristiwa-peristiwa itu merupakan sebuah kejadian, sebuah kenyataan yang benar-benar terjadi. Gejala, kejadian atau kenyataan itu dapat ditanggapi dengan membuat pernyatan, rumusan atau komentar yang dapat menggambarkannya. Pernyataan atau rumusan tentang peristiwa itulah yang kemudian disebut sebagai fakta. Jadi pada prinsipnya yang dimaksud dengan fakta sejarah adalah suatu rumusan atau pernyataan yang dapat dibuktikan “ada” atau “tidak ada” dalam kenyataan. Menurut Sartono Kartodirjo, fakta sebenarnya merupakan produk dari proses mental (sejarawan) atau memorisasi karena itu wajar kalau fakta itu ada unsur subjektifitasnya. Untuk itulah dalam penelitian sejarah diperlukan ketajaman interpretasi dan kejujuran para sejarawan. F.J. Tiger mendefinisikan fakta sebagai hasil penyelidikan secara kritis yang ditarik dari sumber-sumber dokumenter. Sedangkan Louis Gottschalk mengartikan fakta sebagai suatu unsur yang dijabarkan secara langsung atu tidak langsung dari sumber sejarah yang dipandang kredibel. Dari pandangan para ahli tersebut dapat dikatakan bahwa fakta dalam sejarah adalah rumusan atau kesimpulan yang diambil dari sumber sejarah atau dokumen. Sedangkan berdasarkan bentuknya, fakta diklasifikasikan menjadi : 1. Mentifact; keyakinan dalam masyarakat 2. Artefact; berupa bangunan, benda-benda arkeologi 3. Sosiofact; berbagai jenis interaksi dan aktifitas masyarakat D. Pengertian Zaman Prasejarah Dan Zaman Sejarah 1. Kurun Waktu Sejarah Setelah dijelaskan mengenai apa itu sejarah, maka untuk lebih memudahkan mempelajari sejarah, kurun waktu sejarah akan dibagi menjadi dua bagian yaitu zaman Prasejarah dan zaman Sejarah. 2. Zaman Prasejarah Zaman sebelum manusia mnegnal tulisan, biasanya disebut zaman Prasejarah. Oleh karena itu zaman Prasejarah adalah uraian mengenai kehidupan serta kebudayaan manusia pada masa lampau sebelum ada bukti-bukti tertulis. Zaman Prasejarah juga biasa disebut sebagai zaman nirleka (nir: tidak; leka:tulisan), jadi nirleka adalah zaman tanpa tulisan. 3. Zaman Sejarah Zaman sejarah adalah zaman dimana peninggalan tertulis sudah ditemukan. Setiap daerah memasuki zaman Sejarah yang berbeda-beda. Contohnya Indonesia, diperkirakan memasuki zaman Sejarah pada abad ke-4 Masehi. Akan tetapi, di Mesir mereka sudah memasuki zaman sejarah jauh lebih dulu, yakni sekitar 4000 SM. Cepat tidaknya suatu kelompok masyarakat memasuki zaman Sejarah, tergantung dari tinggi atau rendahnya tingkat kebudayaan yang sudah mereka miliki. E. Pembabakan Zaman Prasejarah Para ahli membaginya berdasarkan dua hal, yakni secara geologi, dan secara arkeologi. Apabila kita membagi zaman Prasejarah berdasarkan arekeologi maka masa ini dibagi menjadi dua, yakni sebagai berikut : 1. Zaman Batu Zaman ini disebut zamanbatu karena alat-alat yang ditemukan pada umumnya masih terbuat dari batu, walaupun ditemukan pula beberapa alat-alat dari tulang atau tanduk hewan. Zaman batu terbagi atas zaman Paleolithikum, Mesolithikum, Neolithikum dan Megalithikum. 2. Zaman Logam Pada zaman ini kemampuan manusia Prasejarah dalm membuat barang-barang mengalami peningkatan. Terbukti dengan ditemukannya alat-alat dari logam, yang menunjukan mereka telah memiliki kemampuan untuk mengolah bijih besi. Zamn logam terbagi atas zaman tembaga, logam dan besi. F. Jenis-Jenis Sejarah Bergantung pada focus kajiannya penelitian sejarah memiliki berbagai topik. Misalnya ada yang menekankan pada aspek ekonomi, sosial, politik, budaya, dan lain-lain. Maka hal ini akan melahirkan beberapa jenis sejarah. Contohnya, sejarah ekonomi, sejarah keluarga, sejarah politik, sejarah militer, sejarah budaya, sejarah sosial, sejarah intelektual, dan lain sebagainya. 1. Sejarah Ekonomi Segala kegiatan perekonomian manusia pada masa lalu dapat ditulis menjadi sejarah ekonomi. Misalnya kegiatan produksi, penjualan, pembelian, penawaran dan permintaan barang, penggunaan sumber daya ekonomi, hubunan daang dengan negara dan bangsa lain. Ruang lingkup penulisan sejarah ekonomi bisa dalam skala mikro maupun makro. Ruang lingkup yang mikro misalnya sejarah ekonomi pedesaan. Hal-hal yang bisa kita kaji antara lain bagaimana kegiatan sehari-hari msayarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, dengan melihat berbagai factor. Dalam skala makro sejarah ekonomi bisa meninjau perekonomian nasional. Misalnya sejarah perekonomin Indonesia pada masa kolonial Belanda. Kita bisa melihat tentang peraturan apa yang diterpkan pemerintah kolonial pada masa itu, bagaimana pengaruhnya terhadap kehidupan msyarakat, dan lain sebagainya. 2. Sejarah Keluarga Secara sederhana keluarga merupakan suatu ikatan terkecil dalam masyarakat. Dalam keluarga terdapat sekumpulan individu yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Dalam menulis sejarah keluarga, kita tidak hanya melihat keluarga sebagai unit tempat tinggal sekelompok manusia, tetapi kita bisa melihat keluarga dalam konteks sosiologis dan antropologis. Dalam konteks sosiologis, keluarga adalah sebuah struktur yang dapat berubah, dapat dilihat sebagai unit sosial, politik, ekonomi dan budaya, system nilai dan norma yang berlaku dalam keluarga tersebut. Sebagai suatu struktur maka keluarga dapat membangun suatu perubahan dalam ruang lingkup yang lebih luas. Sejarah asal-usul suatu daerah biasanya dapat dikaitkan dengan lahirnya sebuah keluarga yang menjadi cikal bakal penguasa didaerah tersebut. Tampilnya keluarga sebagai penguasa awal suatu daerah dapat menjadikan sebuah keluarga memiliki peran sebagai unit politik. Perkembangan sejarah keluarga bisa berkaitan dengan sejarah perkembangan politik dari suatu daerah. Perkembangan sejarah keluarga bisa kita lihat dengan pendekaratan antropologi, misalnya dengan system kekerabatan yang dianut oleh keluarga tersebut. Secara garis besar system kekerabatan dapat dibagi menjadi dua, yaitu matrilineal dan patrilineal. Matrilineal adalah kekerabatan yang didasarkan pada garis keturunan ibu. Sedangkan patrilineal adalah kekerabatan yang didasarkan pada garis keturunan ayah. 3. Sejarah Politik Politik biasanya diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan kekuasaan. Dalam kekuasaan terdapat berbagai komponen, misalnya penguasa atau pemerintah, system pemerintahan, parlemen, undang-undang, partai politik, dan lain-lain. Penulisan sejarah yang bertemakan komponen-komponen tersebut biasanya dikelompokan sebagai sejarah politik Dalam sejarah politik biasanya menampilkan “orang-orang besar” yang memiliki pengaruh atau pemimpin negara dan tokoh terhadap kekuasaan. Misalnya raja dan tokoh negara lainnya. 4. Sejarah Militer Sejarah militer didefinisikan sebagai sejarah angkatan bersenjata dan perilaku perang. Yang dapat dibahas dalam sejarah militer misalnya strategi yang digunakan, kekuatan pasukan yang berperang, senjata yang dimiliki, dan lain-lain. Dalam penulisan sejarah militer yang sudah berkembang, penulisan sejarah perang tidak hanya ditonjolkan aspek-aspek operasional militer saja, melainkan juga dengan melihat aspek-aspek lainnya, misalnya aspek ekonomi, sosial dan ideologi. Karena kekuatan perang ternyata bukan hanya terletak pada kekuatan teknologi persenjataan yang dimilikinya, tetapi juga factor-faktor lain yang mendukungnya. Contohnya, bagaimana mungkin bangsa Indonesia dapat memenangkan perang melawan Belanda dan sekutu jika hanya mengandalkan senjata bambu runcing. 5. Sejarah Sosial Sejarah sosial adalah sejarah tentang masyarakat. Masyarakat dilihat sebagai suatu keseluruhan, sebagai bentukan sosial atau sebagai struktur dan proses. Berbagai aspek kehidupan bisa dilihat sebagai bagian dari kenyataan sosial hidup manusia. Sejarah sosial mencoba mengungkap kehidupan orang-orang kecil, seperti petani, buruh, dan lain-lain. Peran orang-orang kecil itu ditampilkan dengan pendekatan struktur. Maksudnya adalah mereka merupakan suatu gambaran masyarakat yang terstruktur. Sebagai suatu struktur, maka dapat dilihat adanya perubahan-perubahan dalam suatu periode tertentu. Perubahan ini terjadi disebabkan oleh adanya berbagai factor. 6. Sejarah Intelektual Berfikir merupakan salah satu legiatan manusia sejak manusia itu ada. Hasil-hasil pemikiran manusia pada masa lampau merupakan kajian dari sejarah intelektual. Pemikiran-pemikiran yang lahir dari kegiatan manusia dimasa lalu memiliki berbagai tema, antara lain filsafat, politik, ekonomi, agama, dan sebagainya. Pemikiran filsafat Yunani yang berkembang berabad-abad yang lalu, telah dikembangkan oleh para filosuf Islam pada abad ke-7 dan 8, sehingga pada masa itu dunia Islam mengalami kejayaan diberbagai bidang. Kemajuan ilmu pengetahuan Islam ini dapat ditulis menjadi sebuah sejarah intelektual. Untuk mengkaji sejarah intelektual Islam, maka harus melacaknya kebelakang pada perkembangan filsafat Yunani. Sejarah intelektual di Indonesia dapat kita lakukan dengan mengkaji beberapa pemikiran para tokoh nasional. Bagaimana kita mengkaji pemikiran-pemikiran itu, kita dapat mulai mempelajari dari latar belakang pendidikannya. Pada umumnya, para tokoh nasional Indonesia berlatar belakang pendidikan Belanda. Walaupun demikian, dalam prakteknya mereka mencoba menyesuaikan dengan kondisi objektif masyarakat di Indonesia. G. Klasifikasi Jejak Sejarah Pada masyarakat yang belum mengenal tulisan, sejarah dapat diperoleh dengan cara menelusuri kebenaran dalam jejak sejarah peristiwa masa lampau. Klasifikasi jejak sejarah dapat berupa folklore, mitologi, legenda, upacara dan lagu. 1. Folklore. Folklore merupakan kata majemuk yang terdiri dari dua kata dasar folk dan lore. Folk berarti sekelompok orang yang memiliki ciri-ciri pengenal fisik, sosial, dan kebudayaan sehingga dapat dibedakan dari kelompok-kelompok sosial lainnya. Ciri-ciri pengenal itu antara lain warna kulit, bentuk rambut, mata pencaharian, bahasa, taraf pendidikan, dan agama yang sama. Dan kata lore merupakan tradisi dari folk, yaitu sebagian kebudayaan yang diwariskan secara lisan atau melalui suatu contoh yang disertai dengan gerak isyarat atau alat pembantu pengingat (mnemonic device). Dengan demikian folklore dapat diartikan sebagai bagian dari kebudayaan yang disebarkan dan diwariskan secara tradisional, baik dalam bentuk lisan maupun contoh yang disertai dengan gerak isyarat atau alat pembantu pengingat. Atau, folklore merupakan adat istiadat tradisional dan cerita rakyat yang diwariskan turun temurun tetapi tidak dibukukan. 2. Mite atau Mitologi. Adalah cerita prosa rakyat yang dianggap benar-benar terjadi serta dianggap suci oleh yang memiliki cerita. Tokoh mite adalah para dewa atau makhluk setengah dewa. Peristiwanya terjadi didunia lain. Mite pada umumnya mengisahkan terjadinya alam semesta, dunia, manusia pertama, terjadinya maut, bentuk khas binatang, bentuk topografi, gejala alam, dan sebagainya. Mitologi juga mengisahkan petualangan para dewa. Contoh mitologi Yunani yang menganggap Dewa Zeus sebagai kepala para dewa yang berkedudukan di Bukit Olimpus. Untuk menghormatinya dibuatkan bangunan Parthenon, dan juga diadakan pesta olah raga yang sampai sekarang dikenal sebagai pesta olahraga Olimpiade. Cerita tentang hal yang berbentuk mite pada setiap daerah terkadang ada yang sama dan ada pula yang hanya dimiliki satu daerah tertentu. Contohnya, cerita tentang asal mula terjadinya beras yang dikaitkan dengan cerita Dewi Sri. Walaupun tokohnya sama, tetapi jalannya cerita terkadang berbeda-beda. 3. Legenda Legenda adalah cerita rakyat zaman dahulu yang ada hubungannya dengan sejarah. Tokohnya bukan lagi para dewa, melainkan manusia biasa sehingga sifat sakralnya berkurang. Karena legenda sering disertai dengan barang bukti, banyak daerah memiliki legenda yang ceritanya berbeda-beda, namun polanya sering sama. Misalnya yang berkaitan dengan cerita mas kawin yang harus disiapkan pria pelamar dalam tempo satu malam. Seperti cerita Gunung Tengger (Jawa Timur), Roro Jonggrang (Jawa Tengah), Sangkuriang (Jawa Barat), dan Istana Muara Jambi (Jambi). Ada beberapa macam legenda, diantaranya adalah legenda alam gaib yang biasanya merupakan kisah yang dianggap benar-benar terjadi dan pernah dialami seseorang. Legenda semacam ini berfungsi memperkokoh “takhayul” atau kepercayaan rakyat. Biasanya banyak menyangkut tempat yang memberi kesan angker. Misalnya “Si Manis Jembatan Ancol” atau kepercayaan terhadap adanya hantu, genderuwo, kuntilanak, dan sundel bolong. Legenda keagamaan yang berkaitan dengan agama. Contohnya tentang asal mula jakun yang dimiliki setiap pria. Dikisahkan bahwa ketika Nabi Adam memakan buah Kuldi yang terlarang ketahuan oleh Tuhan sehingga ia tercekik dan buah kuldinya itu tersangkut dileher. Atau cerita tentang orang-orang saleh dan penyebar agama Islam di Jawa yang dikenal sebagai Wali Sanga. Mereka dianggap sebagai orang-orang suci yang memiliki kesaktian dan kelebihan dibandingkan dengan manusia biasa pada umumnya. Legenda setempat, berhubungan dengan tempat tertentu, baik nama maupun topografinya. Misalnya cerita tentang Gunung Tangkuban Perahu di Jawa Barat. Dikisahkan tentang cinta Sangkuriang terhadap seorang putri yang bernama Dayang Sumbi, yang tidak lain adalah ibunya sendiri. Karena Dayang Sumbi mengetahui bahwa Sangkurian adalah anaknya, maka ia meminta Sangkuriang untuk membuat sebuah perahu besar dalam waktu semalam. Karena waktunya tidak terpenuhi, Sangkuriang marah dan menendang perahu yang belum selesai itu sehingga tertelungkup. Maka, jadilah Gunung Tangkuban perahu. Contoh lain dari legenda setempat adalah asal mula nama kota Pandeglang, yang berasal dari kata Pandai Gelang (tempat orang-orang yang ahli membuat gelang). Atau nama Balaraja, yang berasal dari kata Bale Raja (tempat peristirahatan raja). Legenda perseorangan menyangkut tokoh-tokoh tertentu yang disusun oleh pemilik cerita sebagai peristiwa yang benar-benar terjadi. Pada umumnya merupakan saduran yang sudah beraneka ragam. Misalnya cerita “Si Pitung dari Betawi” seorang dari lapisan bawah yang membela rakyat kecil terhadap kekuasaan Kolonial. 4. Dongeng Dongeng adalah cerita rakyat yang dianggap tidak benar-benar terjadi. Dongeng diceritakan untuk hiburan, walaupun banyak juga yang melukiskan nasehat, kebenaran, pelajaran, atau sindiran. Dongeng digolongkan dalam dongeng binatang, dongeng manusia, dan dongeng lucu. Dongeng binatang (fabel) adalah dongeng yang tokoh utamanya adalah binatang. Tokoh binatang tersebut dapat berbicara dan berakal budi seperti manusia. Misalnya tokoh si Kancil, si Kera, dan lain-lain. Fabel di Jawa dan Bali disebut Tantri. Dongeng yang tokohnya manusia disebut dongeng manusia. Pada umumnya berkisar tentang cerita suka duka seseorang. Dibeberapa tempat cerita dongeng manusia banyak terdapat persamaan. Misalnya cerita “Cinderella” dan “Bawang Merah dan Bawang Putih”, yang mengisahkan tentang seorang wanita yang dimusuhi oleh saudara dan ibunya sendiri. Atau cerita tentang anak durhaka, seperti “Malin Kundang” dari Sumatera Barat, “Si Boncel” dari Jawa Barat Dan dongeng lucu, yaitu dongeng yang bersifat lelucon. Tokohnya biasanya adalah orang bodoh dan lugu, pandir, cerdik serta banyak akal. Misalnya cerita “Si Kabayan” dari Jawa Barat, “Pak Belalang” dari Melayu, “Pan Balangtamak” dari Bali, dan lain-lain. 4. Upacara Upacara adalah kegiatan yang dilakukan sehubungan dengan peristiwa yang pernah terjadi dan erat kaitannya dengan mitologi, legenda atau peristiwa penting yang berkaitan dengan manusia seperti kelahiran, pernikahan dan kematian. Peringatannya dteruskan secara berulang-ulang sehingga terpelihara secara turun temurun. Pemeliharaan yang demikian dimaksudkan untuk melestarikan jiwa peristiwa yang penting agar terwarisi oleh generasi berikutnya. Dalam masyarakat yang belum mengenal tulisan, cerita-cerita tentang masa lalunya atau tentang asal usul sesuatu sering dijadikan kepercayaan. Apalagi jika cerita itu menampilkan seorang tokoh yang dianggap sakral. Masyarakat akan menghormati tokoh itu bahkan menyembahnya. Tokoh tersebut bisa berupa manusia yang memiliki kesaktian ataupun dewa. Bentuk penghormatan terhadap tokoh itu dengan jalan melakukan upacara. Upacara merupakan bentuk perilaku masyarakat yang menunjukan kesadaran terhadap masa lalunya. Masyarakat menjelaskan tentang masa lalunya melalui upacara. Melalui upacara kita dapat melacak asal-usul baik itu tempat, tokoh, sesuatu benda, kejadian alam dan lain-lain. Misalnya ketika manusia melihat kejadian alam berupa petir yang menyambar pohon sehingga menyebabkan kebakaran, maka timbul anggapan bahwa ada sesuatu yang memiliki kekuatan. Sesuatu itu disebutlah sebagai dewa petir. Dan untuk menghormatinya dilakukanlah upacara pemujaan. Atau seperti yang terjadi pada masyarakat yang memuja dewa matahari sebagai penguasa tertinggi. Untuk menghormatinya dibangunlah suatu monumen sebagai tempat upacara. Contohnya, Obelisk di Mesir. 5. Lagu Lagu yang dimaksud adalah nyanyian yang telah lama keberadaannya dan berkaitan dengan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh rakyat kecil sehingga disebut nyanyian rakyat (folksong). Dalam nyanyian rakyat, kata-kata dan lagu merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Akan tetapi, teks yang sama tidak selalu dinyanyikan dengan lagu yang sama. Sebaliknya, lagu yang sama sering digunakan untuk menyanyikan beberapa teks nyanyian rakyat yang berbeda. Nyanyian rakyat memiliki perbedaan dengan nyanyian lainnya, seperti lagu pop atau klasik. Hal ini dikarenakan sifatnya yang mudah berubah dan tidak kaku, baik bentuk maupun isinya. H. Tradisi Sejarah Pada Masyarakat Sebelum Mengenal Tulisan Zaman ketika masyarakat Indonesia belum mengenal tulisan disebut zaman pra sejarah. Zaman ini berlangsung sejak manusia ada sampai manusia mulai mengenal tulisan. Masyarakat prasejarah meninggalkan benda-benda kebudayaan dan mewariskannya kepada anak cucunya, yaitu berupa alat-alat dari batu, tulang, logam, dan lain-lain. Oleh karena jaman itu belum mengenal tulisan, maka kehidupan mereka hanya dapat diteliti dengan cara merekonstruksi cara hidupnya berdasarkan benda-benda peninggalan tersebut. Pada masa hidup berpindah-pindah/nomaden masyarakat prasejarah menggunakan kapak perimbas (chopper) dan kapak penetak (Chopping tool). Alat-alat ini banyak ditemukan di Pacitan, Bengkulu, Awangbangkal (Kalimantan), Cabbenge (Sulawesi) dan Lahat (Sumatera). Selain itu juga digunakan flakes (serpih) yang ditemukan di Jawa, Sulawesi Selatan dan Timor. Dan alat dari tulang yang ditemukan di Ngandong, Ngawi, gua Sampung. Diperkirakan masyarakat pada masa ini tidak hanya hidup berburu, tetapi juga sudah bercocok tanam. Ketika bangsa Proto Melayu masuk ke Indonesia dari daratan Asia, masuk pula kebudayaan baru. Kebudayaan itu oleh Madame Madelene Colani disebut sebagai kebudayaan Bacson-Hoabinh. Peralatan dari kebudayaan ini antara lain kapak persegi (kapak bahu), beliung persegi, pebble (kapak Sumatera), kapak genggam, dan kapak lonjong, juga batu serpih, gerabah dan perhiasan. Kemudian masuk pula gelombang migrasi bangsa Deutro Melayu sekitar 400 – 300 SM dengan membawa kebudayaan Dongson. Mereka sudah mampu membuat alat-alat dari logam, antara lain nekara, kapak corong, dan arca perunggu. Selain itu juga ada perhiasan perunggu, benda besi, dan manik-manik. Karena pada masa ini masyarakat sudah mengenal alat-alat dari logam, maka disebut pula zaman logam. Pewarisan tradisi sejarah pada masyarakat yang belum mengenal tulisan dilakukan dengan cara memberi suri tauladan. Tindakan atau perbuatan yang menyangkut tradisi sejarah dicontohkan dalam kehidupan mereka agar ditiru dan diikuti. Tak cukup hanya memberi contoh, juga diwariskan dengan cara mengikutsertakan dan melibatkan generasi penerusnya dalam segala kegiatan kehidupannya. Generasi muda diajak secara bersama-sama menjalankan kehidupan yang berkebudayaan. Kepada mereka dititipkan pesan agar menjaga dan menjunjung tinggi tradisi sejarah nenek moyangnya. Dengan demikian tradisi tersebut akan berlanjut dari genersi ke generasi. I. Tradisi Sejarah Masyarakat Yang Sudah Mengenal Tulisan Sejak jaman sebelum mengenal tulisan, bangsa Indonesia dianggap telah memiliki sepuluh kebudayaan yang tinggi, seperti apa yang dikemukakan oleh Brandes. Kebudayan yang tinggi itu antara lain, membatik, wayang, gamelan, logam, syair, uang, astronomi, ilmu pelayaran, irigasi, pemerintahan yang teratur ( macapat ). Kebudayaan yang telah tinggi itu kemudian mendapat pengaruh dari luar, yaitu pengaruh Hindu-Budha dari India. Pengaruh ini memperkaya kebudayaan bangsa Indonesia dengan masuknya cabang kebudayaan lain, seperti seni bangunan, seni patung, kesusastraan, dan seni pahat. Kedua unsur kebudayaan Hindu dan Budha ini berkembang berdampingan dengan penuh toleransi. Perkembangan kebudayaan Hindu Budha ini tampak pada rekaman tertulis yang tersebar diberbagai daerah di Indonesia. Yang dimaksud dengan rekaman tertulis adalah salah satu bentuk kesadaran masyarakat dalam merekam apa yang telah terjadi dimasa lampau yang dianggap peristiwa penting. Cara yang dilakukan untuk merekam peristiwa itu dengan cara menulisnya dalam suatu tulisan yang disebut naskah. Naskah-naskah peninggalan sejarah banyak sekali tersebar diberbagai daerah dengan menggunakan bahasa dan tulisan yang berbeda-beda. Sebutan untuk naskah-naskah tersebut antara lain, babad, tambo, hikayat, kronik, prasasti, dan lain-lain. Naskah tersebut dianggap naskah lama atau kuno. Ukuran kekunoan suatu naskah didasarkan kepada Monumen STBL No.238 tahun 1931, yaitu berusia 50 tahun. Jadi yang digolongkan sebagai naskah kuno adalah tulisan yang telah berusia lebih dari 50 tahun. Di Indonesia naskah-naskah kuno itu sudah banyak yang berusia diatas 50 tahun. Bahan yang digunakan sangat beragam, selain kertas ada pula yang ditulis diatas bambu, kulit kayu, rotan, daun nipah, dan lain-lain.Naskah kuno merupakan sumber informasi kebudayaan daerah masa lampau yang sangat penting dan memiliki makna yang sangat berarti. Bahkan adanya naskah kuno ini menjadi batas yang membedakan suatu masyarakat zaman pra sejarah dengan masyarakat zaman sejarah. Isi dari naskah-naskah kuno tersebut tidak semuanya menyangkut cerita sejarah. Beberapa materi yang menjadi kandungan naskah kuno adalah ajaran agama, filsafat, adat istidat, doa, obat-obatan, bahasa, bangunan, dan lain-lain. Meskipun tidak menyangkut cerita sejarah, namun dapat dimanfaatkan pula sebagai bahan dalam menulis sejarah. Naskah kuno yang berisi tentang kesejarahan dikategorikan kedalam bentuk historiografi tradisional, karena dalam penulisannya dipengaruhi oleh factor budaya dimana naskah tersebut ditulis. Dengan demikian naskah tersebut dapat menjadi hasil kebudayaan suatu masyarakat. Sebagai kebudayaan suatu masyarakat maka penulisan historiografi tradisional dipengaruhi oleh alam pikiran penulis naskah atau masyarakatnya. Historiografi tradisional memiliki beberapa ciri, antara lain : 1. Uraiannya dipengaruhi oleh ciri-ciri budaya masyarakat pendukungnya. Kebudayaan dari daerah setempat akan berpengaruh terhadap isi dari naskah tersebut, misalnya bahasa yang digunakan, adat istiadat, dan lain-lain. 2. Cenderung mengabaikan unsur-unsur fakta karena terlalu dipengaruhi atau dikaburkan oleh system kepercayaan yang dimiliki masyarakatnya. Tokoh-tokoh yang menjadi fakta dalam naskah tersebut dibumbui dengan unsur mistik, sehingga yang menonjol bukan tokohnya, melainkan unsur mistik yang dimiliki tokoh tersebut. 3. Adanya kepercayaan tentang kekuatan sakti, yang menjadi pangkal dari berbagai peristiwa alam, termasuk yang menyangkut kehidupan manusia. Kekuatan ini menampakan diri dimana-mana dan pada setiap saat. Sifat-sifat kekuatan sakti itu bisa bekerja secara otomatis, atau diperlukan orang-orang tertentu untuk mengembangkan atau menggerakannya. 4. Adanya kepercayaan akan klasifikasi magis yang mempengaruhi segala sesuatu yang ada di alam ini, baik itu makhluk hidup maupun benda-benda mati, baik bagi pengertian-pengertian yang dibentuk dalam akal manusia maupun bagi sifat-sifat yang terdapat dalam materi. Atas dasar klasifikasi semacam ini, maka dengan mudah terjadi perhubungan antara sesuatu dengan sesuatu yang lain yang secara akal sehat sulit diterima. Contohnya binatang dapat berubah jadi manusia atau jasad manusia berubah menjadi tumbuh-tumbuhan. 5. Adanya kepercayaan perbuatan magis atau sihir yang dilakukan oleh tokoh-tokoh tertentu. Dalam sejarah Indonesia contoh dari ciri ini adalah cerita tentang tokoh Mpu Bharada dari daerah Wurare. Kehebatannya digambarkan dapat melakukan perjalanan ke Bali hanya dengan menumpang daun kluih. Selain itu, Mpu Bharada juga dapat terbang dengan membawa kendi yang berisi air yang kemudian disiramkan ke bumi. Tindakan tersebut dilakukan atas perintah Airlangga yang ingin membagi dua kerajaan Kediri untuk anak-anaknya. 6. Gambaran dari tokoh-tokoh yang ditonjolkan dalam cerita naskah tersebut selalu memiliki silsilah dari tokoh-tokoh yang mistis (raja dianggap titisan dewa). Seperti halnya silsilah bupati-bupati di Jawa Barat, hampir seluruhnya merujuk kepada Prabu Siliwangi. Prabu Siliwangi adalah tokoh mitos dalam pandangan masyarakat Jawa Barat. Pencantuman tokoh mitos tersebut memiliki fungsi untuk memberikan legitimasi. UJI KOMPETENSI A. Silanglah salah satu jawaban yang paling benar! 1. Manfaat yang dapat diambil dengan memepelajari peristiwa di masa lampau adalah… a. Agar dapat memepersiapkan kehidupan dimasa depan jadi lebih baik b. Mengenang peristiwa masa lampau c. Untuk dapat diceritakan kepada generasi mendatang d. Melupakan kehidupan yang sudah lewat 2. Perbedaan antara zaman prasejarah dengan zaman sejarah adalah… a. Zaman prasejarah sudah ada tulisan, zaman sejarah belum ada tulisan b. Zaman prasejarah belum ada tulisan, zaman sejarah suah ada tulisan c. Zaman prasejarah belum ada manusia, zaman sejarah sudah ada manusia d. Zaman prasejarah sudah ada manusia, zaman sejarah belum ada manusia 3. Yang termasuk sumber sejarah bersifat otentik adalah… a. Wawancara c. Koran yang se-zaman b. Buku d. Multimedia Audio visual 4. Dibawah ini merupakan pembabakan zaman prasejarah, kecuali… a. Zaman Batu c. Zaman Perunggu b. Zaman Logam d. Zaman Kayu 5. Cara penentuan perubahan zaman prasejarah menjadi zaman sejarah bisa dilihat dari… a. Kebudayaan c. waktu b. Kehidupan sehari-hari d. penemuan-penemuan B. Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban singkat dan tepat! 1. Kata sejarah berasal dari bahasa Arab, yaitu… 2. Jelaskan perbedaan pengertian prasejarah dan sejarah… 3. Jelaskan perbedaan antara Dongeng dengan legenda… 4. Jelaskan historiografi tardisional… 5. jelaskan oleh kalian klasifikasi sejarah… BAB II PRINSIP-PRINSIP DASAR PENELITIAN SEJARAH C. Langkah-Langkah Penelitian Seseorang yang akan melakukan penelitian sejarah harus memahami metode sejarah. Metode sejarah adalah proses menguji dan menganalisa secara kritis rekaman dari peninggalan masa lampau. Metode tersebut terdiri dari serangkaian langkah atau prosedur yang harus ditempuh oleh si peneliti dalam melakukan penelitiannya agar dapat berlangsung secara objektif. Dengan demikian metode sejarah dipandang sebagai alat atau sarana bagi peneliti untuk melaksanakan penelitian dan penulisan sejarah. Langkah-langkah yang dimaksud adalah : 1. Pemilihan Topik. Sebelum melakukan peneliian sejarah, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menetapkan topik yang akan diteliti. Topik yang diteliti haruslah merupakan topik yang layak untuk dijadikan bahan penelitian dan bukan merupakan pengulangan atau duplikasi dari penelitian sebelumnya. Kelayakan topik penelitian dapat dilihat dari ketersediaan sumber yang dapat dijadikan bahan untuk penelitian. Jangan sampai kita menetapkan topik yang menarik tetapi sumbernya ternyata tidak ada. Berbeda dengan penelitian ilmu pengetahuan lainnya, penelitian sejarah sangat tergantung kepada ketersedian sumber. Jadi topik yang diteliti harus merupakan hal yang baru dan diharapkan dapat memberikan informasi yang baru atau ditemukan teori baru. Pemilihan topik harus memperhatikan hal-hal berikut : 1. Menarik untuk diteliti 2. Asli, bukan merupakan pengulangan 3. Ketersediaan sumber 4. Kedekatan emosional, misalnya yang berhubungan dengan lingkungan sekitar kita Pemilihan topik ini sangat penting agar peneliti lebih terarah dan terfokus pada masalahnya. Untuk mengarahkan, dalam topik tersebut sebaiknya kita ajukan terlebih dahulu pertanyaan yang akan menjadi masalah yang akan diteliti. Pertanyaan itu meliputi: what (apa), why (mengapa), who (siapa), where (dimana), when (kapan), dan how (bagaimana). 2. Pengumpulan Data/Sumber Setelah menetapkan topik, langkah selanjutnya adalah pengumpulan data sebagai sumber penelitian. Tahap ini disebut juga dengan heuristik (bhs. Yunani : Heureskein = menemukan). Tahap heuristik adalah tindakan sejarawan untuk mengumpulkan sumber dan jejak-jejak sejarah yang diperlukan yang terkait dengan masalah yang diteliti. Pencarian dapat dilakukan diberbagai dokumen, mengunjungi situs sejarah, atau dengan mewawancarai tokoh yang menjadi saksi atau mengetahui tentang suatu peristiwa sejarah. Untuk memudahkan penelitian, sumber-sumber sejarah yang begitu banyak dan kompleks perlu diklasifikasikan. Sumber sejarah adalah segala sesuatu yang secara langsung maupun tidak menyampaikan kepada kita tentang sesuatu peristiwa dimasa lalu. Sumber sejarah merupakan bukti dan fakta adanya kenyataan sejarah. Tanpa adanya sumber, sejarawan tidak akan bisa berbicara apa-apa tentang masa lalu. Adapun sumber sejarah berasal dari bukti-bukti sejarah (evidensi), yaitu segala sesuatu yang dapat dipandang sebagai peninggalan sejarah yang dapat memberikan informasi tentang terjadinya peristiwa pada masa lampau. Sumber tersebut dapat berupa sumber lisan, tulisan, dan benda-benda peninggalan sejarah berupa artefak, fosil, prasasti, dan lain-lain. Sumber lisan yaitu setiap tuturan lisan yang disampaikan oleh orang atau kelompok orang tentang suatu peristiwa nyata yang terjadi pada masa lampau. Sedangkan sumber tulisan, yaitu segala bentuk informasi mengenai peristiwa sejarah yang diperoleh dari berbagai tulisan. Dan sumber yang berupa benda budaya peninggalan sejarah atau artefak adalah segala macam bentuk benda budaya yang diduga pernah digunakan oleh masyarakat manusia pada masa lampau yang dapat memberi informasi tentang peristiwa masa lampau. Sumber sejarah dapat dibagi kedalam dua jenis, yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer adalah sumber asli, berupa kesaksian pelaku atau saksi mata yang hadir dan melihat suatu peristiwa. Sumber ini diperoleh dan dihasilkan dari sisa atau jejak dan orang yang sejaman dengan peristiwa itu. Sumber sekunder adalah sumber yang diperoleh dari tangan kedua, yaitu orang yang tahu suatu peristiwa, tetapi tidak hadir dan melihat peristiwa itu berlangsung. Dapat pula ditambahkan bahwa sumber sejarah dapat berupa sumber formal dan non formal. Menemukan sumber sejarah tidaklah mudah, mengingat ada peristiwa yang sedikit sekali meninggalkan jejak, bahkan karena sesuatu hal tidak meninggalkan jejak sama sekali. Namun ada pula peristiwa yang meninggalkan jejak yang melimpah. Selain itu sumber sejarah ada yang dengan cepat ditemukan dan diketahui, tetapi ada pula yang setelah beberapa waktu yang lama kemudian baru diketahui. Hal ini bisa terjadi karena jarak waktu. Semakin dekat jarak waktu antara sipeneliti dengan peristiwa sejarah, semakin banyak sumber sejarah yang dapat diperoleh. Sebaliknya, semakin jauh jarak waktunya, semakin langka dan sedikit sumber sejarah yang didapatkan. 2. Verifikasi Sebelum data dan sumber sejarah yang terkumpul digunakan sebagai pendukung penelitian, terlebih dahulu dilakukan Verifikasi (pengujian), baik dari segi kebenaran materi atau isi maupun keaslian dari data sumber tersebut. Dalam ilmu sejarah tahap ini disebut kritik. Kritik sejarah tersebut meliputi kritik intern yaitu kritik terhadap isi dan materi, dan kritik ekstern yaitu kritik terhadap keaslian sumber-sumber tersebut. Kritik intern adalah penilaian keakuratan atau keautentikan terhadap materi sumber sejarah. Didalam proses analisa terhadap suatu dokumen, sejarawan harus selalu memikirkan unsur-unsur yang relevan didalam dokumen itu sendiri secara keseluruhan. Unsur didalam dokumen dianggap relevan dan dapat dipercaya (kredibel) apabila unsur itu paling dekat dengan apa yang telah terjadi. Identifikasi terhadap sipembuat dokumen atau sumber sejarah pun perlu dilakukan untuk menguji keautentikannya. Kritik ekstern umumnya menyangkut keaslian bahan yang digunakan dalam pembuatan sumber sejarah, seperti prasasti, dokumen, dan naskah. Untuk membedakan itu suatu tipuan dari dokumen asli, sejarawan dapat menggunakan pengujian yang biasa digunakan didalam penyelidikan polisi dan kehakiman. Bentuk penelitian yang dapat dilakukan sejarawan misalnya tentang waktu pembuatan dokumen, atau penelitian tentang bahan materi pembuatan. 3. Interpretasi Setelah memberikan kritik terhadap sumber, langkah berikutnya adalah memberikan penafsiran atau interpretasi. Pada tahap ini dapat berlaku sifat subjektifitas, karena sejarawan akan melihat sumber sejarah dari sudut pandang yang berbeda. Perbedaan penafsiran terhadap suatu peristiwa yang sama mungkin juga terjadi. Perbedaan tersebut terjadi karena diantara para sejarawan memiliki pandangan, wawasan, ketertarikan, ideology, kepentingan, latar belakang sosial dan tujuan yang berbeda. Interpretasi pada dasarnya merupakan langkah yang dilakukan dalam menjawab permasalahan dari topik yang diteliti. Fakta yang dihasilkan melalui kritik harus dihubungkan antara yang satu dengan yang lainnya, terutama dalam konteks hubungan sebab akibat atau adanya hubungan yang sangat berarti/signifikan. 4. Historiografi Historiografi atau penulisan sejarah merupakan langkah bagaimana sejarawan mengkomunikasikan hasil penelitiannya untuk diketahui umum. Sejarawan melakukan penyusunan kisah sejarah sesuai dengan norma-norma dalam disiplin ilmu sejarah. Diantaranya yang penting adalah harus kronologis. Disamping itu harus diupayakan seobjektif mungkin. Dalam menulis sejarah berarti seorang sejarawan merekonstruksi sumber-sumber sejarah yang telah ditemukannya menjadi suatu cerita sejarah. Kemampuan menulis merupakan syarat yang penting bagi seorang sejarawan. Ia harus mampu berimajinasi dalam menyusun cerita sejarah. Kemampuan berimajinasi dalam menulis menunjukan bahwa menulis sejarah mengandung unsur seni. Bahkan apabila tulisan sejarah itu mampu mengajak pembacanya ikut menerawang kemasa silam dapat mengandung kesan berekreasi kemasa lampau. Bentuk-bentuk historiografi antara lain dapat berupa: Narasi yang isinya lebih banyak bercerita sesuai dengan apa yang diinformasikan oleh sumber sejarah. Deskriptif yang isinya lebih detail dan kompleks dibandingkan dengan narasi. Dan Analistis, yang isinya lebih banyak berorientasi pada penelaahan masalah. Sehingga tidak sekedar bercerita tetapi banyak menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mendalam dengan tinjauan berbagai aspek. Penulisan yang baik adalah gabungan antar unsur naratif, deskriptif dan analitis. Bentuk gabungan ini akan menampilkan unsur cerita, detail sumber dan analisa terhadap peristiwa sejarah. D. Periodisasi Dan Kronologis Sejarah merupakan ilmu yang mempelajari manusia dalam konteks waktu. Dalam kehidupannya, manusia terikat oleh ruang dan waktu. Ada masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. Ketiganya menunjukan adanya keseimbangan. Masa lalu akan menentukan masa sekarang, dan masa sekarang menentukan masa depan. Untuk memudahkan memahami konsep waktu maka dibuatlah periodisasi dan kronologi dalam sejarah. 1. Periodisasi. Untuk memudahkan mengetahui bagaimana kehidupan manusia dalam rentang waktu dibuatlah periodisasi. Maksud dari periodisasi adalah semacam rangkain serial menurut urutan zaman.Periodisasi dibuat dengan tujuan agar dapat diketahui ciri khas atau karakteristik kehidupan manusia sehingga mudah dipahami. Dalam periodisasi ini akan diketahui : 1. perkembangan kehidupan manusia 2. kesinambungan antara periode yang satu dengan periode berikutnya. 3. terjadinya fenomena yang berulang 4. perubahan dari periode yang awal sampai pada periode berikutnya Perkembangan terjadi bila berturut-turut masyarakat bergerak dari satu bentuk yang sederhana ke bentuk yang lebih kompleks. Kesinambungan terjadi bila suatu masyarakat baru hanya melakukan adopsi lembaga-lembaga lama. Pengulangan yang dimakud disini adalah adanya fenomena yang berulang, bukan peristiwa yang berulang. Sebab peristiwa itu terjadi hanya satu kali. Perubahan terjadi bila masyarakat mengalami pergeseran, sama dengan perkembangan. Akan tetapi asumsinya adalah adanya perkembangan besar-besaran dan dalam waktu yang relatif singkat. Biasanya perubahan itu terjadi karena pengaruh dari luar.Penyusunan periodisasi bergantung pada jenis sejarah yang akan ditulisnya. Periodisasi dapat disusun berdasarkan perkembangan politik, sosial, ekonomi, kebudayaan, agama, dan sebagainya. Setiap penulis sejarah bebas dalam menetapkan periodisasi, bergantung pada pendiriannya. Periodisasi perkembangan politik akan menyangkut periodisasi kerajaan-kerajaan kuno atau dinasti. Misalnya, kerajaan–kerajaan kuno di Indonesia mulai dari kerajaan Hindu-Buddha sampai kerajaan Islam. Periodisasi berdasarkan sosial ekonomi misalnya melihat perkembangan kehidupan manusia mulai dari masa berburu mengumpulkan makanan, menanam, berkebun atau bersawah, sampai dengan masa produksi. Pada setiap periode tersebut memiliki karakteristiknya. Contoh periodisasi sejarah Indonesia berdasarkan hasil kebudayaan : Zaman Hasil kebudayaan Cara hidup Jenis Manusia Palaeolithikum Budaya Pacitan 1. Kapak Penetak (Chopper) 2. Kapak Perimbas Budaya Ngandong 1. Alat-alat tulang dan tanduk rusa 2. Flakes (alat-alat yang terbuat dari batu-batu kecil) 1. Food gathering awal (berburu, menangkap ikan, mengumpulkan keladi, ubi dan buah-buahan) 2. Nomaden 1. Pithecantropus 2. Sinanthropus Pekinensis 3. Homo Wajakensis 4. Homo Soloensis 5. Pithecantropus Erectus 6. Pithecantropus Robustus 7. Mojokertensis 8. Megantropus PalaeoJavanicus Mesolithic Budaya Bacson Hoabin 1. Kapak Sumatera/kapak genggam (Pebble Culture) 2. Alat-alat tulang (Bone Culture) 3. Flakes 4. Kapak Pendek (Hache Courte) 1. Food Gathering tahap lanjut 2. Hidup semi nomaden (sebagian sudah menetap dan sebagian lagi masih mengembara) 3. Abris sous roche 4. Kjokkenmoddinger Papua Melanesoide 1. suku Irian 2. suku Sakai (Siak) 3. suku Atca 4. suku Aborigin 5. suku Semang Neolithikum 1. Kapak Lonjong 2. Kapak Batu 3. Kapak persegi 4. Tembikar 5. Barang-barang perhiasan 1. Masa Food Producing 2. Bercocok tanam 3. Nelayan 4. Beternak Proto Melayu 1. Nias 2. Toraja 3. Sasak 4. Dayak Megalithikum Kebudayaan Dongson 1. Dolmen 2. Kubur batu 3. Arca 4. Manik-manik 5. Menhir 6. Punden berundak-undak 7. Sarkofagus 1. Food Production 2. Tempat tinggal menetap 3. Bercocok tanam 4. Beternak 5. Nelayan 6. Membuat gerabah 7. Rumah panggung Proto Melayu 1. Nias 2. Toraja 3. Sasak 4. Dayak BAB III MASYARAKAT PRASEJARAH INDONESIA Manusia purba adalah jenis manusia yang hidup pada zaman prasejarah. Keberdaan manusia purba di muka bumi ini dapat diketahui dari bekas atau sisa makhluk hidup (tumbuhan, Binatang, dan manusia) yang telah membatu, yang disebut fosil. Fosil-fosil ditemukan dalam lapisan tanah yang berbeda dapat dijadikan sebgai cirri khusus dari satu lapisan tanah. Ilmu Bantu sejarah yang mempelajari fosil dinamakan Paleontologi, yaitu ilmu yang meneliti dan mengkaji fosil tumbuhan, hewan, dan manusia di bumi (Paleo=tua atau purba, Onto= Kehidupan, Logos= Ilmu). Yang diutamakann dalam ilmu Paleontologi adalah sejarah kehidupan bumi yang menunjukan tahap perkembangan dan punahnya makhluk hidup di bumi. A. Jenis Fosil Manusia Purba di Indonesia 1. Jenis Pithechanthropus Fosil manusia purba jenis inilah yang pertama kali ditemukan di Indonesia oleh Eugen Dubois pada tahun 1890, di daerah Trinil, lembah sungai Bengawan Solo. Fosil Pithecantropus Erectrus (Pithecos=kera, antropus=manusia, erectrus=tegak), yaitu manusia kera yang sudah berjalan tegak. Fosil sejenis ditemukan di daerak Mojokerto oleh Von Koenigswald pada tahun 1936, fosil tersebut dinamakan Pithecanthropus Mojokertensis 2. Jenis Meghantropus PaleoJavanicus Di daerah Sangiran, Sragen, pada tahun 1941, Von Koenigswald mengadakan penggalian dan berhasil menemukan beberapa fosil berupa tulang rahang atas, rahang bawah, dan tulang geraham dalam ukuran yang lebih besar dan usianya lebih tua dibandingkan dengan fosil yang ditemukan terdahulu. Oleh karena itu fosil tersebut dinamakan Meganthropus Paleojavanicus. 3. Jenis Homo Sapiens Fosil manusia purba yang dapat digolongkan ke dalam Homo Sapiens atau manusia yang berpikir adalah fosil yang ditemukan oleh Ter Haar, Oppenoorth, dan Von Koenigswald, antara tahun 1931-1934 di desa Ngandog, lembah sungai Bengawan Solo. Fosil manusia tersebut memiliki volume otak yang lebih besar dari Pithecantropus Erectrus. Jenis manusia Homo Sapiens diperkirakan hidup antara 25.000-40.000 tahun yang lalu. Manusia jenis ini telah mampu membuat alat-alat dari tulang dan batu walaupun masih sangat sederhana. INILAH BUKTI-BUKTI TENGKORAK SERTA WUJUD MANUSIA PURBA DI INDONESIA Sumber : Museum Geologi Bandung E. Kehidupan Zaman Prasejarah Kehidupan manusia pada zaman prasejarah senantiasa mengalami perubahan dan perkembangan. Dari yang awalnya sederhana, kemudian berubah menjadi lebih maju. Kehidupan manusia prasejarah belum menetap, mereka suka berpindah-pindah tempat dari satu tempat ke tempat yang lainnya.  Masa berburu dan meramu makanan (Food Gathering) Pola hidup manusia prasejarah yang masih tergantung dengan hasil alam dari tempat mereka tinggal tersebut, mereka pun akan mencari tempat lain yang masih banyak menyediakan bahan makanan.  Masa bercocok tanam (Food Producting) Kehidupan manusia dimana manusia prasejarah sudah mampu bercocok tananam serta sudah mengenal sisitem kepercayaan.  Masa pertukangan ( Perundagian) Perkembangan yang sangat drastic dari manusia purba pada zaman ini adalah telah dipergunakannya perkakas dari bahan logam untuk membantu kehidupannya. Walaupun demikian, benda-benda yang terbuat dari batu masih tetap digunakan. Zaman logam dibagi menjadi tiga zaman yaitu sebagai berikut: 1. Zaman Tembaga 2. Zaman Perunggu 3. Zaman Besi F. Kebudayaan Manusia Purba  Zaman batu tua (Paleolithikum)  Zaman batu tengah (Mesolitihikum)  Zaman batu baru (Neolithikum)  Zaman batu Besar (Megalithikum) G. Jenis-Jenis Manusia Purba Kawasan Jenis Penemu Lokasi Indonesia 1. Meganthropus Paleo javanicus 2. Pithecantropus a. Pithecantropus Erectrus b. Pithecanthropus Robustus c. Pithecantropus 3. Homo a. Homo Wajakensis b. Homo Sapiens Von Keonigswald Eugene Dubois Van Koenigswald Van Koenigswald Van Rietschoten Sangiran, Sragen Trinil, Ngawi Mojokerto Sangiran, Sragen, Ngandong, Blora Wajak, Tulungagung Luar Indonesia 1. Pithecantropus Pekinensis 2. Australopithecus Africanus 3. Homo Rhodesinensis 4. Homo Nederthalensis Davidson Black Raymond dart Raymond Dart dan Robert Brom Rudolf Virchom Peking Afrika Selatan Zimbabwe Belanda Kehidupan serta kebudayaan manusia purba prasejarah: Manusia Purba Baru Mengenal Api Sarkofagus( Peti Mati Dari Batu) Kapak Beliung Persegi Kapak Batu Genggam UJI KOMPETENSI A. Silanglah Salah Satu Jawaban Yang Paling Benar! 1. Untuk mengungkapkan zaman prasejarah Indonesia dapat diketahui dari… a. Prasasti c. Benda peninggalan dari fosil b. Purbakala d. Film documenter 2. Perkembangan zaman Prasejarah berdasarkan perkembangan kebudayaan terdiri atas… a. Zaman Logam dan Perunggu c. Zaman Batu dan Perunggu b Zaman Batu dan Besi d. Zaman Batu dan Zaman Logam 3. Manusia besar yang ditemukan di Jawa diberi nama… a. Pithecanthropus Mojokertensis b. Homo Soloensis c. Pithecanthropus Erectrus d. Meganthropus Paleojavanicus 4. Pithencantropus Erectus ditemukan di Trinil oleh... a. Weidenrich c. Opennorth b. Eugene Dubois d. Von Koenigswald 5. Di bawah ini merupakan kelompok manusia purba yang berasal dari pulau Jawa yaitu... a.Megantropus Paleojavanicus, Pithecantrpus Robustus, Homo Rhodesiensis b.Megantropus Paleojavanicus, Pithecantropus Pekinensis, Homo Rhodesiensis c. Megantropus Paleojavanicus, Homo Sapiens, Homo Soloensis d. Megantropus Paleojavanicus, Homo Sapiens, Pithecantrpus Robustus 6. Manusia prasejarah tertua di Pulau Jawa adalah... a. pithecantropus erectus c. Megantropus paleojavanicus b. pithechantropus mojokertensis d. Homo wajakensis 7. Hidup dengan cara masih mnegumpulkan makanan langsung dari alam... a. Food Producing c. Nomanden b. Food Gathering d. Sedentera 8. Kehidupan mannusia pada masa Prasejarah terdapat beberapa zaman kehidupan diantaranya... a. Food Ghatering→Food Producting→ Zaman Perundagian b. Food Ghatering→ Zaman Perundagian→ Food Producting c. Zaman Perundagian→ Food Producting→ Food Ghatering d. Food Ghatering→ Food Producting 9. Apabila kehidupan manusia prasejarah sudah mampu hidup secara menetap, sudah mampu bercocok tanam, sudah menegerti pengolahan lahan menjadi sumber kehidupan tanpa bergantung kepada alam secara langsung. Hal tersebut kehidupan manusia sudah termasuk zaman kehidupan apa... a. Food Ghatering c. Perundagian b. Food Producting d. Meramu serta mengumpulkan makanan 10. Apabila kehidupan manusia dalam usaha bertahan hidup di dunia, mereka melakukan pencarian sumber makanan yang tersebar di wilayah mereka tinggal, karena mereka untuk bertahan hidup di dunia mereka wajib mencari makanan yang ada di wilayah tersebut. Dalam pernyataan tersebut bisa dikatakan bahwa kehidupan mereka termasuk pada zaman... a. Food Ghatering c. Perundagian b. Food Producting d. Meramu serta mengumpulkan makanan 11. Dibawah ini adalah hasil kebudayaan Prasejarah, kecuali… 1. Prasasti 2. kapak genggam 3. kapak perimbas 4. Batu tulis 5. Bahasa Austronesia a. 1, 4, 5 c. 2, 3, 4 b. 3, 4, 5 d. 1, 2, 3 13. Dibawah ini adalah bukan merupakan hasil-hasil kebudayaan Megalithikum kecuali… a. Artefak c. Menhir b. Dongson d. Perimbas 14. Berakhirnya zaman Prasejarah dibuktikan dengan… a. Dimana Manusia sudah mengenal tulisan b. Dimana manusia sudah mengenal teknologi modern c. Dimana manusia telah mampu bercocok tanam d. Dimana manusia telah mampu hidup tidak tergantung B. Isilah titik-titik dibawah ini dengan singkat dan jelas! 1. Jelaskan perbedaan pengertian prasejarah dan sejarah! 2. Sebutkan alasan-alasan mengapa manusia purba hidupnya berpindah-pindah! 3. Berasal dari manakah nenek moyang bangsa Indonesia? Jelaskan persebarannya! 4. Jelaskan corak kepercayaan nenek moyang bangsa Indonesia! Apakah kepercayaan itu masih ada di zaman sekarang? 5. Manfaat apa yang kalian dapatkan sertelah mengikuti pembelajaran sejarah selama 1 semester? BAB IV KEDATANGAN NENEK MOYANG BANGSA INDONESIA 1. Asal-Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia Pernahkah kalian terpikir darimana asalnya nenek moyang bangsa kita ini? Tentunya, dalam setiap diri bangsa Indonesia pernah menanyakan hal tersebut. Namun perlu diketahui nenek moyang bangsa ini bukanlah manusia purba. Oleh karena itu pada bahasan kali ini akan dibahas asal nenek moyang bangsa Indonesia  Rumpun Bahasa Melayu Austronesia Rumpun bahasa ini merupakan bahasa yang paling meluas di dunia karena banyak digunakan. Rumpun bahasa Austronesia sampai saat ini masih digunakan meliputi wilayah Taiwan, sebagian Vietnam, Malaysia, Filipina dan tentunya Indonesia. Sejarah bahasa Asutronesia sendiri dimulai di Taiwan. Para ahli berpendapat bahwa bahsa melayu austronesia dipakai Taiwan sejak 5000 tahun yang lalu. Penduduk Taiwan inilah yang diasumsikan melakukan migrasi ke wilayah Indonesia dan memperkenalkan bahasa tersebut pada penduduk setempat bahkan mengajarkan juga cara bercocok tanam.  Persebaran bercocok tanam Nenek moyang bangsa Indonesia ternyata berasal dari luar Indonesia, yaitu berasal dari Yunan. Kesimpulan ini diambil berdasarkan bukti kesamaan artefak prasejarah yang ditemukandi wilayah itu dengan artefak prasejarah di Indonesia. Dari artefak yang ditemukan di Yunan, tampak bahwa sekitar 3000 SM masyarakat di wilayah itu telah mengenal bercocok tanam. Kehidupan masyarakat tidak hanya bercocok tanam, tetapi juga beternak. Masyarakat tersebutkemudian melakukan migrasi dan menyebar kesebelah selatan Cina, Vietnam, Semenanjung Malaya, lalu ke Indonesia. 2. Kedatangan Nenek Moyang Bangsa Indonesia Nenek moyang Indonesia, berabad-abad telah menetap di daerah daratan Indo-Cina yang sekarang bernama Vietnam. Komunitas merekka kita sebut sebgai komunitas Austronesia karena masyarakat di komunitas ini menggunakan bahasa Austronesia sebgai bahasa komunikasi antar mereka. Komunitas Austronesia yang paling awal ini, melakukan migrasi bergerak menuju ke selatan melalui Filipina, yang akhirnya memasuki wilayah Indonesia dan Oceania. Populasi Austronesia ini mengawali hidup mereka yang baru di wilayah Indonesia dnegan bertani dan mencari hasil laut, memelihara ternak, membuat rumah serta tembikar. Migrasi yang mereka lakukan pun tidak hanya dipengaruhi oleh jumlah laan yang semakin kecil, tetapi juga dikarenakan kondisi musim dan lingkungan yang berpengaruh pada ketersediaan sumber daya bagi kehidupan mereka. Tekanan-tekanan inilah yang menyebabkan mereka berimigrasi mencari wilayah baru sebagai sumber penghidupan mereka, salah satunya wilayah Indonesia.  Kedatangan Proto Melayu Berdasarkan pendapat yang mengatakan bahwa orang Melayu ini berasal dari Asia. Mereka ini kemudian dinamai Proto Melayu atau Melayu Tua. Contoh Proto Melayu telah pandai membuat alat bercocok tanam, membuat barang pecah belahdan alat perhiasan. Kedatangan mereka mendesak penduduk dari ras Austrmelansoid ke pedalaman bahkan ke Indonesia bagian Timur. Proto Melayu menempuh dua jalur, sesuai dengan jenis kebudayaan yang dibawa. 1. Jalur pertama, menyebar ke Sulawesi, dan Papua dengan membawa kebudayaan neolithikum berupa kapak lonjong. 2. Jalur kedua menyebar ke Sumatera, Kalimantan , Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara dengan membawa kebudayaan neolithikum berupa beliung persegi. Kapak Beliung Persegi  Kedatangan Deutro Melayu Sekitar 500 SM, dating dari teluk Tonkin kepulauan Indonesia. Merek biaa disebut deutro Melayu atau Melayu Muda. Kedatangan mereka tentu saja mendesak penduduk Proto Melayu yang telah lebih dahulu menetap. Masyarakat membawa kebudayaan perunggu yang terkenal kebudayaan berupa : Nekara Dongson. Kapak Upacara Masyarakat Deutro Melayu membawa kebudayaan Perunggu yang dikenal dengankebudayaan Dong son. Dong son adalah suatu tempat di teluk Tonkin yang merupakan temapat asal mula kebudayaan perunggu di Asia Tenggara. Kedatangan nenek moyang ke wilayah Indonesia, mereka memilih daerah pantai, muara, dan sungai dengan pertimbangan sebagai berikut :  Letaknya strategis  Mudah mendapatkan air  Tanahnya subur untuk daerah pertanian  Banyak ikan sebgai bahan makanan  Jalur lalu lintas yang mudah dilalui Kehidupan sosial sehari-hari pada saat menunggu hasil panen, mereka mnetap di daerah yang berdekatan dengan ladang tersebut. Mereka akan berpindah jika ladang tempat bercocok tanam berpindah pula. Sistem kehidupan social tersebut dinamakan semi nomaden. Pola hidup yang sudah menetap dapat memungkinkan terjadinya pertumbuhan jumlah anggota kelompok. Kelompok-kelompok kecil tumbuh menjdai kelompok-kelompok yang lebih besar dan akhirnyakelompok besar itu tumbuh menjadi perkampungan. 1. Zaman Logam (Perundagian) Zaman logam merupakan zaman atau masa yang masyarakatnya sudah menggunakan peralatan yang terbuat dari logam. Adapun ciri-ciri zaman logam, yaitu: 1. Manusia yang hidup pada zaman ini sudah mulai bertempat tinggal menetap. 2. Peralatan yang digunakan masyarakatnya sudah mulai beralih ke bahan-bahan yang terbuat logam. 3. Mata pencaharian tidak hanya dari pertanian, tetapi juga melalui usaha perdagangan(jual-beli alat dari logam). 4. Pola pikir masyarakat mengalami kemajuan dengan bukti mereka sudah menyentuh nilai-nilai keagamaan, yaitu melakukan ritual tradisi memuja roh nenek moyang. 5. Memiliki kemampuan tambahan yaitu berlayar dengan menggunakan perahu cadik. UJI KOMPETENSI A. Silanglah Salah Satu Jawaban Yang Paling Benar! 1. Kedatangan nenek moyang ke wilayah kepulauan kita memilih daerah pantai, muara dan sungai karena… a. Letaknya strategis, mudah mendapatkan air, jalur lalu lintas yang mudah di lalui b. Letaknya strategis, datangnya dari laut, hidupnya menetap. c. Mudah mendapatkan air, belum mengetahui kondisi wilayah kepulauan kita. d. Daerahnya aman dari serangan binatang buas. 2. Kebudayaan yang dibawa oleh ras Proto Melayu adalah… a. Dongson c. Menhir b. Sarkofagus d. Kapak lonjong 3. Kepercayaan terhadap roh nenek moyang disebut… a. Animisme c. Polytheisme b. Dinamisme d. Monotheisme 4. Nenek moyang bangsa Indonesia yang berimigrasi ke Indonesia sekitar tahun 500 SM termasuk kelompok…. a. Mesolithikum c. Deutro Melayu b. Proto Melayu d. Austronesia 5. Masyarakat Deuutro Melayu hidup dengan cara…. a. berpindah tempat c. tinggal di pantai b. tinggal di gua d. menetap 6. Kebudayaan masyarakat Indonesia sebelum kedatangan bangsa Austronesia adalah… a. mengembara melalui jalur laut c. hidup menetap di gua-gua b. berburu dan mengumpulkan makanan d. bercocok tanam dan berternak 7. Yang membedakan antara Proto Melayu dengan Deutro Melayu adalah… a. tahun persebarannya c. jenis manusia pendukungnya b. wilayah persebarannya d. arah persebarannya 8. Berakhirnya zaman Prasejarah dibuktikan dengan… a. Dimana Manusia sudah mengenal tulisan b. Dimana manusia sudah mengenal teknologi modern c. Dimana manusia telah mampu bercocok tanam d. Dimana manusia telah mampu hidup tidak tergantung oleh alam 9. Apa yang dimaksud dengan Nekara… a. Sebuah alat untuk berburu makanan b. Sebuah perhiasan di zaman perundagian c. Sebuah benda untuk upacara memanggil hujan d. Sebuah benda yang terbuat dari batu 10. Penemuan terhadap hasil kebudayaan seperti nekara, moko, kapak corong, arca dan perhiasan menandakan bahwa Indonesia pernah mengalami zaman… a. besi c. perunggu b. tembaga d. besi B. Isilah titik-titik dibawah ini dengan singkat dan jelas! 1. Berasal dari manakah nenek moyang bangsa Indonesia? Jelaskan persebarannya! 2. Jelaskan corak kepercayaan nenek moyang bangsa Indonesia! Apakah kepercayaan itu masih ada di zaman sekarang? 3. Kebudayaan-kebudayaan apa saja yang dibawa oleh nenek moyang bangsa Indonesia?mengapa terjadi perbedaan kebudayaan?... 4. jelaskan 2 gelombang penyebaran nenek moyang ke bangsa Indonesia Proto melayu dan Deutro Melayu…. 5. kepercayaan terhadap benda-benda yang dianggap memiliki kekuatan gaib adalah… BAB V PERKEMBANGAN AGAMA DAN KEBUDAYAAN HINDU-BUDHA DI INDONESIA A. Masuk dan Berkembangnya Hindu-Budha ke Indonesia Berkembangnya unsur-unsur Hindu dan Budha di Indonesia tidak terlepas dari hubungan Indonesia dengan luar. Hubungan Indonesia dengan dunia luar itu yang paling dominan adalah hubungan dengan India dan kemudian China. Akibatnya masuklah pengaruh India ke Indonesia dengan bukti antara lain : a. Berkembangnya agama Hindu dan Budha b. Timbulnya kerajaan-kerajaan Hindu – Budha c. Berkembangnya kesusastraan ; kesenian d. Timbulnya sistem pendewaan raja e. Timbulnya akulturasi Indonesia – Hindu dan sebagainya. Pengaruh Hindu tidak merata di semua wilayah Indonesia. Daerah-daerah yang tidak mendapat pengaruh Hindu antara lain : Kalimantan Tengah, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara Timur dan Irian.  Teori-Teori Hindunisasi : a. Teori Brahmana (dianggap paling kuat) b. Teori Ksatria c. Teori Weisya d. Teori Arus Balik/Nasional  Sedang hubungan Indonesia dengan China yang dimulai ± abad ke-5 membawa pengaruh: a. Tersebarnya porselin di Indonesia b. Munculnya sumber sejarah yang disebut Berita China c. Di bidang seni dan pengobatan tradisional B. Kerajaan-kerajaan Hindu dan Budha di Indonesia Agama Hindu dan Budha masuk ke Indonesia dibawa oleh Para Brahmana dan pedagang yang datang dari India dan mulai saat itu Indonesia memasuki zaman sejarah (mngenai tulisan) kemudian berdirilah kerajaan-kerajaan. 1. Kutai (tertua dan beragama Hindu) Terletak ditepi sungai Mahakam Kalimantan Timur, meninggalkan 7 buah prasasti yang berupa huruf Pallawa dan berbahasa Sansekerta, terletak di Muara Kaman dibuat lebih kurang tahun 400 masehi. Rajanya yang pertama bernama Kudungga, kemudian diganti Asmawarman (putra Kudungga), diganti lagi Mulawarman. Kapan kerajaan ini berakhir tidak diketahui pasti. 2. Tarumanegara (kerajaan Hindu di Jawa Barat) Meninggalkan 7 buah prasasti berhuruf Pallawa dan bahasa Sansekerta, antara lain di Ciaruteun terdapat gambar telapak kaki Raja Purnawarman, Kerajaan ini berdiri pada abad V, sedangkan berakhirnya tidak ada yang dapat memastikan. Kabar tentang adanya Negara ini juga dibawa oleh Fa Hien (seorang pendeta dari Cina). 3. Kaling (kerajaan Budha di Jawa Tengah) Berdiri pada abad VI dan pada tahun 674 diperintah oleh Ratu Shima. Pada tahun 644 datang seorang pendeta dari Cina bernama Hwi Ning menerjemahkan kitab Budha Hinayana ke dalam bahasa Cina dengan bantuan pendeta Kaling bernama Jana Badra. Kerajaan ini menjadi pusat ilmu agama Budha Hinayana. 4. Sriwijaya (Kerajaan Budha terbesar) Berdiri pada abad VII berdampingan dengan kerajaan Tulang Bawang dan Melayu. Sriwijaya meninggalkan 5 buah prasasti antara lain yang terdapat di Palembang yaitu kerajaan Kedukan Bukit, Talang Tuo dan Telaga Batu, ditulis dalam bahasa melayu kuno dengan huruf Pallawa. Berita tentang adanya Negara ini juga diperoleh dari tulisan I Tsing (pendeta Budha dari China). Wilayah kekuasaan Sriwijaya sangat luas bahkan sampai ke Jawa Barat. Sriwijaya berperan sebagai : 1. Pusat ilmu pengetahuan (agama Budha) 2. Pusat perdagangan dan pelayaran 3. Negara maritim yang tangguh Masa kejayaan tercapai pada waktu pemerintahan Bala Putera Dewa (kerajaan ini dipegang oleh keturunan Sailendra) pada tahun 850 masehi. Kerajaan Sriwijaya runtuh pada tahun 1377, disebabkan oleh : 1. Pada tahun 1025 Raja Cola Mandala menyerang Sriwijaya 2. Pada tahun 1275 Raja Singosari (Kertanegara) menyerang Melayu yang merupakan bagian Sriwijaya (terkenal dengan sebutan ekspedisi Pamalayu) 3. Berdirinya kerajaan Majapahit. 5. Kerajaan Mataram Hindu (Kuno) Terletak di Jawa Tengah dapat diketahui dari prasasti Canggal yang berhuruf Pallawa dan berbahasa Sansekerta yang tertulis tahun 732. Prasasti Canggal berisi pendirian lingga oleh Raja Sanjaya. Sedangkan prasasti Mantyasih (Kedu) berisi susunan raja-raja dari Sanjaya, Panangkaran, Panunggalan, Warak, Garung, Pikatan, Kayuwangi, Watuhumalang dan Balitung. Kemudian Mpu Sindok memindahkan kerajaan ke Jawa Timur . Dalam perkembangannya di Mataram terdapat agama Budha dan Hindu. 1. Yang Beragama Budha Berkuasa di Jawa Tengah bagian selatan dan membangun candi Kalasan, Candi Sewu, candi Sari, Candi Mendut, Candi Pawon dan yang terbesar dibangun pada masa Raja Samara Tungga yaitu Candi Borobudur pada tahun 850. 2. Yang beragama Hindu Berkuasa di Jawa Tengah bagian utara dan membangun candi pegunungan Dieng (Candi Arjuna, Candi Bima dan sebagainya). 6. Kerajaan wangsa Isyana (Jawa Timur) a. Raja Mpu Sindok Ia beragama Hindu Syiwa, tetapi pada masa pemerintahannya tersusun kitab BudhaTantrayana berjudul Kamaha Tanikan. Kemudian Mpu Sindok diganti puterinya yaitu Sri Isyana Tungga wijaya. Selanjutnya diganti puteranya yaitu Makuta Wangsa Wardana. b. Darma Wangsa Pengganti dari Makuta Wangsa Wardana, memerintah antara tahun 991sampai dengan 1016. Pada masa pemerintahannya sebagian kitab Maha Barata diterjemahkan ke dalam bahasa kuno, juga menyerbu Sriwijaya. Disusun pula kitab hokum Purwadi Gama (Siswa Sasana). Pada waktu berlangsung pesta perkawinan puteri Darma Wangsa dengan Airlangga (putera raja Udayana dari Bali), ada serangan dari raja Wurawari dan Darma Wangsa wafat. Peristiwa itu dikenal dengan nama Pralaya. Airlangga dan istrinya lolos dengan pengawalnya bernama Narotama. c. Airlangga Pada tahun 1019 Airlangga naik tahta dan pada tahun 1035 berhasil menyatukan kembali bekas kerajaan Darma Wangsa. Pada tahun 1037 Airlangga memindahkan ibukota dari Watan Mas ke Kahuripan serta menciptakan lambing Negara Garuda Muka. Pada tahun 1032 Mpu Kanwa menggubah kitab Arjuna Wiwaha. Puteri dari Airlangga bernama Dewi Kilisuci tidak bersedia naik tahta, maka harus diganti oleh putera selirnya. Karena ada dua orang, agar tidak berselisih, Negara dibagi dua. Pada tahun 1041 Mpu Barada membagi kerajaan menjadi 2 yaitu : 1. Jenggala (Singasari) Sebelah utara sungai Brantas beribukota Kahuripan 2. Panjalu (Kediri) Sebelah selatan sungai Brantas beribukota di Daha 7. Kediri Kerajaan Jenggala diperintah oleh Mapanji Garasakan, sedang Kediri diperintah oleh Sri Samara Wijaya. Kedua kerajaan itu selalu berperang untuk berebut kekuasaan sampai tahun 1502. Kemudian selama lebih setengah abad tidak ada kabar beritanya. Baru pada tahun 1117 muncul kerajaan Kediri rajanya bernama Sri Kameswara dan kemudian digantikan oleh Jayabaya yang memerintah pada tahun 1135 sampai pada tahun 1157. Pada masa pemerintah Sri Aryeswara lambing Garuda Muka diganti dengan Ganessa, angkatan lautnya kuat dipimpin oleh Laksamana Sarwa Jala (Senapati). Raja berikutnya adalah Kameswara. Pada masa itu dikarang kitab Lubdaka (oleh Mpu Tanakung) juga Smaradhana (oleh Mpu Darmaja). Raja terakhir adalah Kertajaya, mengganti lambing Negara menjadi Garuda Muka. Kerajaan Kediri runtuh pada tahun 1222 karena diserang oleh Ken Arok dari Singosari. 8. Singasari a. Ken Arok Diketahui dari kitab Pararaton yang menceritakan sejarah Ken Arok. Ia anak petani yang diangkat oleh pendeta Lohgawe, kemudian mengabdi pada Tunggul Ametung (Bupati Tumapel). Ken Arok membunuh Tunggul Ametung kemudian memperistri Ken Dedes (istri Tunggul Ametung) dan menjadi bupati Tumapel menggantikan Tunggul Ametung. Waktu tunggul Ametung wafat, beliau meninggalkan anak dalam kandungan Ken Dedes yang akhirnya lahir dan bernama Anusapati. Pada tahun 1222 berhasil menaklukan Kediri dan mendirikan kerajaan Singasari, Ken Arok menjadi raja pertama bergelar Sri Rajasa Sang Amurwa Bumi (Rajasa). Dalam perkawinannya dengan Ken Dedes mempunyai anak, Mahisa Wong Ateleng. Kemudian Ken Arok kawin dengan Ken Umang mempunyai anak Tohjoyo. Anusapati berhasil membunuh Ken Arok (membalas dendam atas kematian ayahnya) kemudian Anusapati naik tahta. b. Anusapati Memerintah tahun 1227 sampai dengan 1248, tetapi Tohjoyo segera membunuhnya (membalas dendam kematian ayahnya) dan kemudian naik tahta. c. Tohjoyo Pada tahun 1248 Ranggawuni (anak Anusapati) dan Mahisa Cempaka (anak Mahisa Wong Ateleng) memberontak dan Tohjoyo mati, kemudian Ranggawuni naik tahta. d. Wisnu Wardana (Ranggawuni) Memerintah bersama Mahisa Cempaka, dari tahun 1248 sampai dengan 1268 digantikan oleh puteranya Kertanegara. Mahisa Cempaka juga mempunyai anak bernama Lembu Tal. e. Kertanegara (memerintah dari tahun 1269 sampai 1292) Meluaskan wilayah sampai ke Sumatera (ekspedisi Pamalayu) dan Madura kemudian mengangkat Arya Wiraraja menjadi Bupati Sumenep. Kubilai Khan (raja Mongol) ingin menaklukkan Singasari. Ia mengirim utusan pada tahun 1289, mendapat penghinaan dari Kertanegara, kemudian akan mengirimkan tentara untuk menyerang Singasari. Singasari diserang oleh Jayakatwang (raja Kediri) dan Arya Wiraraja (bupati Sumenep yang membelot). Kertanegara mati dan Singasari hancur.Raden Wijaya (anak Lembu Tal) dapat lolos. Raden wijaya dapat kembali dan mengabdi ke Kediri, bahkan oleh Jayakatwang diberi hadiah tanah Tarik yang kemudian dibuka menjadi desa Majapahit. Pasukan Kubilai Khan tiba di Tuban dan Surabaya dengan maksud menyerang Singasari (membalas penghinaan). Tetapi Singasari sedah hancur (yang ada tinggal Kediri). Raden Wijaya bergabung dengan tentara Kubilai Khan untuk menghancurkan Kediri. Kediri hancur Raden Wijaya ganti menghancurkan tentara tartar. Kemudian Raden Wijaya mendirikan kerajaan Majapahit dan naik tahta bergelar Kerta Rajasa Jaya Wardana. 9. Majapahit Pasukan Singasari yang dikirim ke ekspedisi Pamalayu datang kembali tetapi Singasari sudah hancur. Agar tidak timbul pemberontakan Raden Wijaya mengambil istri semua anak Kertanegara yaitu Tribuana, Narendra Duhita, Prajna Paramita dan Gayatri. Pada tahun 1309 Kerta Rajasa wafat, digantikan oleh putranya Jaya Negara. a. Jaya Negara (memerintah dari 1309 sampai dengan 1328) Banyak terjadi pemberontakan antara lain: 1. Ronggolawe dari Tuban 2. Sora (tahun 1311) 3. Nambi (tahun 1316) 4. Kuti dan Semi (tahun 1319) Tapi berkat patih Gajahmada dengan pasukan Bayangkarinya (pengawal raja) semua pemberontakan dapat ditumpas. Pada tahun 1328 Jaya Negara wafat tanpa meninggalkan anak, maka digantikan oleh anak Gayatri yang bernama Sri Gitarja (juga anak Raden Wijaya). b. Tribuana (Sri Gitarja) Berkat jasanya menumpas pemberontakan Sadeng, maka Patih Gajahmada diangkat menjadi Perdana menteri. Waktu dilantik mengucapkan Sumpah palapa. Pada tahun 1350 tahta diberikan kepada Hayam wuruk (anak Tribuana). c. Hayam Wuruk (Rajasa Negara) Dengan patih Gajahmada dan Laksamana Nala sebagai pemimpin angkatan laut, Majapahit dapat menguasai wilayah Nusantara bahkan sampai ke Semenanjung Malaya dan Philipina. Semua Adipati harus berkumpul/hadir pada upacara di ibukota (untuk menguji kesetiaan dengan membawa upeti). Dibangun pula banyak candi, antara lain Panataran di Blitar. Mpu Prapanca penyusun kitab Negara Kertagama sedang Mpu Tantular mengarang kitab Sutasoma yang di dalamnya terdapat tulisan Bhineka Tunggal Ika. Juga disusun kitab hokum Kutara Manawa. Untuk menundukkan Pajajaran, Gajahmada meminang Dyah Pitaloka untuk Hayam Wuruk. Ketika Dyah Pitaloka datang diantar oleh ayahnya (Raja Pajajaran) sampai Bubat, terjadi salah paham yang mengakibatkan perang. Raja pajajaran dan pasukannya hancur. Dyah Pitaloka bunuh diri. Peristiwa ini terjadi tahun 1357 dan disebut perang Bubat. Pada tahun 1364 Gajahmada wafat, disusul Hayam Wuruk pada tahun 1389. Hayam Wuruk punya anak puteri dan permaisuri bernama Kusuma Wardani, dan dari selir berputra Wirabumi. Tahta digantikan oleh Kusuma Wardani, tetapi pada kenyataannya yang memerintah Wikrama Wardana suami Kusuma Wardani. d. Wikrama Wardana (memerintah dari 1389 sampai dengan 1429) Pada tahun 1401 sampai dengan 1406 Wirabumi berontak, Negara menjadi lemah. Wirabumi gugur (peristiwa ini disebut perang Paregreg). Pada tahun 1429 Wikrama Wardana tewas, banyak wilayah melepaskan diri antara lain Malaka. Tahta diganti oleh Kertabumi. Datang serangan dari Girindra Wardana (raja daha) yaitu tahun 1478 maka runtuhlah Majapahit, berakhir pula masa Kerajaan nasional yang bercorak Hindu, kemudian diganti oleh kerajaan-kerajaan Islam. e. Faktor-faktor yang menyebabkan keruntuhan Majapahit adalah : 1. Wafatnya Gajahmada dan Hayam Wuruk 2. Terjadinya perang paregreg (perebutan kekuasaan) 3. Berkembangnya agama Islam 4. Berpindahnya pusat perdagangan ke Malaka. UJI KOMPETENSI A. Silanglah Salah Satu Jawaban Yang Paling Benar! 1. Dalam hubungannya dengan dunia luar,pengaruh China dan India terhadap Indonsia adalah… b. Pengaruh China lebih besar c. Pengaruh China dan India sama besar d. Pengaruh India lebih besar e. Pengaruh India condong ke bidang politik 2. Pengaruh India terhadap Indonesia di bidang politik adalah… a. Berkembangnya kerajaan-kerajaan b. Berkembangnya agama Hindu dan Budha c. Timbulnya akulturasi Indonesia- Hindu d. Munculnya bangunan candi 3. Bukti bahwa bangsa Indonesia telah memasuki zaman sejarah adalah dengan ditemukannya prasasti… a. Tarumanegara c. Yupa b. Canggal d. Nalanda 4. Seorang musafir China yang terpaksa mendarat di Jawa dan mengatakan pemeluk agama Budha di pulau ini tidaklah banyak adalah… a. Fa Hien c. Hwining b. I Tzing d. Ti sin 5. Vinaya Pitaka berisi tentang ajaran… a. Falsafat agama c. Pokok-pokok memberi pelajaran b. Aturan-aturan hidup d. Hukuman-hukuman manusia 6. Pengaruh Hindu dan Budha masuk ke Indonesia dari… a. Cina c. Hindia Belakang b. India d. Malaka 7. Kerajaan Hindu tertua di Indonesia yang dapat diketahui samapai saat ini adalah… a. Kutai c. Kalingga b. Tarumanegara d. Sriwijaya 8. Raja Tarumanegara yang terkenal sangat bijaksana pernah memberikan penghargaan kepada para Brahmana adalah… a. Mulawarman c. Adityawarman b. Armawarman d. Purnawarman 9. Seorang pendeta Budha Hinayana yang pernah bersama-sama dengan Hwi Ning menerjemahkan kitab Budha Hinayana pada masa kerajaan Kalingga bernama… a. Fahien c. Janabadra b. I Tsing d. Shima 10. Sriwijaya pada masa keemasannya pernah disebut sebagai berikut, kecuali… a. Pusat kebudayaan Budha b. Pusat ilmu pengetahuan agama Budha c. Pusat perdagangan dan pelayaran d. Negara maritime yang tangguh 11. Masa Kejayaan Sriwijaya terjadi pada masa raja… a. Adityawarman c. Balitung b. Bala Putra Dewa d. Mulawarman 12. Salah satu yang bukan merupakan penyebab surutnya Sriwijaya adalah… a. Serangan Cola Mandala c. Kemajuan pengaruh Majapahit b. Ekspedisi Pamalayu d. Perselisihan antar agama 13. Yang bukan merupakan candi Hindu peninggalan Wangsa Syailendra adalah… a. Candi Arjuna c. Candi Prambanan b. Candi Bima d. Candi Tikus 14. Peristiwa penyerbuan raja Wurawari pada saat perkawinan Airlangga dikenal sebagai peristiwa… a. Perang Bubat c. Puputan b. Perang Paregreg d. Pralaya 15. Airlangga membagi kerajaannya menjadi dua untuk… a. Daerah-daerah yang ada di sekitarnya b. Mencegah serangan dari kerajaan Wurawari c. Menghindari pertikaian antara dua bersaudara d. Mengontrol kesejahteraan rakyat Medang 16. Perang Ganter 1222 mengakhiri kerajaan Kediri. Pada saat itu Kediri di bawah pemerintahan… a. Kertanegar a c. Sri Aryeswara b. Jayabaya d. Kertajaya 17. Singasari di bawah Kertanegara runtuh disebabkan oleh… a. Ekspedisi Pamalayu b. Serangan tentara Kubilai Khan c. Serangan Jayakatwang d. Serangan Raden Wijaya 18. Pada masa pemerintahan Jayanegara di Majapahit sering terjadi pemberontakan yang kebanyakan dipimpin oleh sahabat-sahabat almarhum Raden Wijaya. Hal tersebut dikarenakan karena… a. Kekecewaan mereka yang telah merasa bersusah payah ikut mendirikan majapahit b. Jayanegara tidak pernah memikirkan pemerintahan c. Kekecewaan mereka disebabkan Jayanegara memperistri Tanca d. Kekecewaan mereka disebabkan karena pengangkatan Gajahmada sebagai Mahapatih Majapahit 19. Sumpah “Amukti palapa” yang sangat terkenal diucapkan oleh Gajahmada ketika Majapahit di perintah oleh raja… a. Jayanegara c. Hayam Wuruk b. Tribuana Tunggadewi d. Wikrama Wardana 20. Kejayaan Majapahit di bawah Hayam Wuruk antara lain karena Majapahit memiliki armada angkatan laut yang cukup tangguh di bawah pimpinan… a. Laksamana Nala c. Laksamana Hang Tuah b. Laksamana Sarwala d. Laksamana Pati Unu B.Isilah titik-titik dibawah ini dengan singkat dan jelas! 1. Jelaskan teori-teori masuknya agama Hindu ke Indonesia ! 2. Kesimpulan apa yang diperoleh dari Raja Purnawarman yang membangun (menggali) sungai Gomati? 3. Mengapa Mpu Sindok memindahkan Kerajaan ke Jawa Timur? 4. Jelaskan peristiwa Pralaya ! 5. Mengapa perang Paregreg memperlemah Majapahit ? BAB VI PERKEMBANGAN AGAMA ISLAM DAN KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA SERTA PENINGGALAN SEJARAHNYA A. Masuk dan Berkembangnya Islam ke Indonesia Agama Islam di Indonesia datang dari Gujarat, hal ini didasrkan pada kesamaan unsure Islam diantaranya batu nisan di Indonesia sama dengan batu nisan di Gujarat.  Bukti-bukti Islam di Indonesia : 1. Menurut catatan Cina abad 7 dan 8 di Indonesia telah didatangi pedagang Arab dan Persia 2. Batu-batu nisan Islam seperti : a. Faimah ninti maimun di Leran Gresik tahun 1082 b. Sultan Malik Al Saleh di Samudera Pasai tahun 1297 c. Makam Trowulan Mojokerto tahun 1368 d. Makam Maulaa Malik Irhm di Gresik tahun 1419  Sebab-sebab agama Islam cepat berkembang di Indonesia : 1. Syarat masuk Islam mudah 2. Islam tidak mengenal kasta 3. Disebarkan melalui cara damai 4. Upacara keagamaan dalam Islam sederhana  Saluran Islamisasi melalui : 1. Perdagangan 2. Perkawinan 3. Pendidikan 4. Seni 5. Tasawuf  Peran wali songo adalah: 1. Sebagai penyebar agama Islam 2. Sebagai pendukung kerajaan Islam 3. Sebagai penasehat kerajaan Islam 4. Sebagai plopor kebudayaan daerah yang disesuaikan dengan ajaran Islam B. Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia 1. Samudera Pasai Berdiri pada abad XIII merupakan kerajaan Islam pertama di Nusantara, letaknya di Aceh utara. Rajanya bernama Sultan Malik Al Saleh yang wafat pada tahun 1297 dan digantikan oleh anaknya yaitu Sultan Malik At Tahir. 2. Demak Pada tahun 1500 bupati demak yang bernama Raden Patah melepaskan diri dari Majapahit dan mendirikan kerajaan demak, meninggalkan bangunan masjid yang dibangun oleh wali Songo. 3. Mataram Islam Didirikan oleh Sutawijaya pada tahun 1586, yang kemudian wafat pada tahun 1601 dan digantikan oleh Mas Jolang. Kekuasaannya hamper seluruh Jawa dan gigih menentang VOC pada tahun 1628 dan 1629 namun mengalami kegagalan karena persedian bahan makanan pasukan dibakar VOC. 4. Banten Falatehan menjadi wakil raja Demak di Cirebon, Banten dan sunda Kelapa. Pada tahun 1552 diserahkan pada putranya yang bernama Hasanudin sedangkann Falatehan menyebarkan agama Islam didaerah Gunung Jati Cirebon, karena pada waktu itu diDemak terjadi perebutan kekuasaan. Hasanudin melepaskan Banten kemudian menjadi ramai oleh pedagang Islam. 5. Malaka (diluar wilayah Indonesia) Pendirinya adalah Paramisora (pelarian dari Majapahit), yang kemudian masuk Islam dan bergelar Sultan Iskandar Syah. Digantikan oleh Sultan Mansur Syah (pada waktu itu hidup pahlawan Melayu bernama Hang Tuah). Raja berikutnya adalah Sultan Mahmud Syah. Pada tahun 1511 Malaka jatuh ketangan Portugis. 6. Aceh (berdiri wilayah Indonesia) Pemerintahan dipegang oleh Sultan Ibrahim dan kemudian diganti oleh Sultan Iskandar Muda (pada tahun 1607 sampai dengan 1636). Gigih melawan Portugis. 7. Ternate Berdiri pada abad XIII beribukota di Sampulu. Ternate menjadi kerajaan Islam sejak abad XIV. Rajanya bernama Sultan Baabullah mengusir Portugis, wilayahnya sampai Philipina. Kerajaan lainnya adalah Makassar dengan rajanya yang terkenal Hasanuddin. Sedangkan di Kalimantan Selatan berdiri kerajaan Banjar, dengan rajanya Sultan Suryanullah. A. Peninggalan-Peninggalan Sejarah Bercorak Islam 1. Seni bangunan i. Mesjid • Mesjid Demak • Mesjid Kuno Banten • Mesjid Kudus • Mesjid Agung Cirebon ii. Keraton • Keraton Yogyakarta • Keraton Surakarta • Istana Raja Gowa • Istana Mangkunegara Surakarta 2. Seni Rupa a. Nisan • Nisan Malik As Soleh • Nisan Maimunah Binti Maimun • Nisan Maulana Malik Ibrahim • Nisan Troloyo, Trowulan Mojokerto b. Kaligrafi • Kaligrafi pada batu nisan makam Malik As Soleh • Kaligrafi berbentuk wayang di Cirebon • Kaligrafi di Mesjid di daerah Jepara 3. Kesusastraan a. Hikayat b. Babad c. Suluk UJI KOMPETENSI A. Silanglah Salah Satu Jawaban Yang Paling Benar! 1. Penyebaran agama Islam lewat perdagangan ke Indonesia, terutama dilakukan oleh… a. Wali Songo c. Pedagang dari Gujarat b. Maulana Malik Ibrahim d. Pedagang dari Malaka 2. Bangunan Mesjid Demak sebagai salah satu pusat penyebaran agama Islam dilakukan semasa Demak di bawah pemerintahan… a. Raden Patah c. Sunan Prawoto b. Trenggono d. Joko Tingkir 3. Yang bukan sebagai penyebab kegagalan penyerangan Sultan Agung ke Batavia adalah… a. Pembakaran lumbung persediaan makanan Mataram b. Pengkhianatan yang berasal dari tubuh pasukan Mataram c. Kurang terkoordinasinya serangan yang dilakukan dari darat dengan yang dari laut d. Usia Sultan Agung yang semakin menua 4. Masuknya Islam ke Indonesia dibawa oleh orang Gujarat didasarkan pada bukti… a. Orang India yang sekarang masih banyak tinggal di Indonesia b. Batu nisan di Indonesia sama dengan batu nisan yang dibuat oleh orang Gujarat c. Cara member pelajaran membaca Al-Quran d. Pelajar yang ada di kota pesisir 5. Yang bukan cara penyebaran Islam di Indonesia adalah… a. Menarik simpati para raja dan kaum bangsawan b. Perkawinan antara pedagang dengan orang pribumi c. Melalui kesenian d. Pembagian makanan ke rumah-rumah 6. Faktor yang termasuk tidak mempercepat proses Islamisasi di Nusantara adalah… a. Keberadaan kerajaan-kerajaan Hindu di Indonesia b. Sistem sosial dalam Islam tidak mengenal kasta c. Jalur perdagangan internasional di Nusantara d. Penyebaran ajaran Islam dilakukan secara damai 7. Raja Demak yang mengadakan serangan terhadap Portugis di Malaka adalah… a. Raden Patah c. Sultan Trenggono b. Pati Unus d. Pangeran Sabrang Lor 8. Sepeninggal Sultan Trenggono, Demak diguncang perang saudara antara… a. Ki Ageng pemanahan dengan Ki Ageng Panjawi b. Joko Tingkir dengan Sutowijoyo c. Aryo Penangsang dengan Joko Tingkir d. Aryo Pangiri dengan Pangeran Benowo 9. Yang memindahkan Kerajaan Pajang ke Mataram adalah… a. Sutowijoyo c. Ki Ageng Pamanahan b. Sultan Adiwijaya d. Sultan Agung 10. Seorang ulama dari Sumatera yang menyebarkan Islam di Makassar adalah… a. Pangeran yusuf c. Fatahillah b. Dato’ri Bandang d. Tuan Tanggang Parang 11. Yang bukan merupakan peranan Wali songo adalah… a. Sebagai penyebar agama Islam b. Sebagai penasihat raja-raja Islam c. Sebagai pendukung kerajaan Islam d. Sebagai pemimpin pasukan perang kerajaan Islam 12. Pemikir Islam yang ahli di bidang sejarah adalah… a. Ibnu Sina c. Ibnu Khaldun b. Hasanuddin Ar raniri d. Hamzah Fansuri 13. Masuknya Islam ke Indonesia masih menyesuaikan dengan agama Hindu. Hal ini terlihat pada bentuk bangunan… a. Upacara Sekaten b. Atap mesjid yang berbentuk meru c. Doa menggunakan bahasa Jawa d. Perayaan 1 Syuro 14. Sunan Ampel adalah salah satu wali yang menyebarkan agama Islam di daerah… a. Gresik c. Surabaya b. Tuban d. Cirebon 15. Pemimpin pasukan Demak yang dapat menguasai Banten, Cirebon dan Sunda Kelapa yang kemudian merubah menjadi Jayakarta adalah… a. Fatahillah c. Adipati Unus b. Hasanudin d. Raden Patah B. Isilah titik-titik dibawah ini dengan singkat dan jelas! 1. Mengapa masyarakat Indonesia mudah menerima agama Islam? 2. Mengapa proses Islamisasi melalui kraton/raja bisa efektif? 3. Mengapa masyarakat pantai lebih dahulu menerima Islam? 4. Jelaskan prestasi-prestasi yang diraih Sultan Agung ! 5. Bagaimana Sunan Kalijaga menyebarkan Islam di Jawa Tengah ? BAB VII PERDAGANGAN DAN PELAYARAN ASIA-EROPA SAMPAI ABAD KE-18 DAN POSISI INDONESIA SERTA KEDATANGAN BANGSA-BANGSA BARAT Perdagangan antar pulau disebut perdagangan interinsulair, dalam berdagang sebelum ada mata uang menggunakan sistem barter yakni tukar menukar barang langsung yang telah disepakati. Komoditi perdagangan antar pulau yaitu : a. Pulau Jawa : beras, gula kelapa b. Sumatera : emas, kemenyan, kapur barus, dammar, lada putih c. Nusa Tenggara : kayu cendana d. Maluku : rempah-rempah e. Kalimatan : kelembak, damar f. Sulawesi : kayu besi, kayu hitam Alat angkut perdagangan laut waktu itu menggunakan perahu tradisional dari daerah masing-masing seperti Bugis menggunakan perahu kora-kora, di Makassar menggunakan perahu Pinisi, sedang orang Maluku menggunakan jenis perahu Jungga, Rorehe, nyonyan dan kampana. Sedangkan angkutan darat masih menggunakan kendaraan yang ditarik hewan seperti Sapi, Kuda atau kendaraan Unta.  Perdagangan di Asia Tenggara sampai sekitar tahun 1500 terdapat dua jalur yaitu : a. Jalur Sutra : Jalur darat dimulai dari Cina, Asia Tengah, Turkestan, dan sampai Mediterania. b. Jalur Laut : Jalur dari Cina, Indonesia, Malaka menuju India c. Komoditi Perdagangan • Cina : Porselen, Sutera dan Keramik • India : Gading, Ukir-ukiran, Tenun halus • Arab : Kurma, Minyak wangi • Turki : Permadani  Perdagangan di Laut Tengah merupakan mata rantai perdagangan yang menghubungkan antara perdagangan Asia Timur dan Asia Tenggara dengan Asia Barat menuju perdagangan di Eropa. Peranan Indonesia dalam perdagangan waktu itu mula-mula sebagai tempat transit bagi para pedagang dari Arab, Persia, India yang menuju ke Cina, demikian Indonesia merupakan transit bagi pedagang Cina yang berdagang ke menuju India sampai ke Arab. Namun selanjutnya berkembang menjadi perdagangan komoditi Indonesia yang dibawa ke Cina, ke arab bahkan ke Mediterania akhirnya sampai ke Eropa yang dilanjutkan oleh para pedagang di Laut Tengah. Maka rempah-rempah Indonesia akhirnya dikenal di Eropa. Namun ketika terjadi perang Salib dimana pedagang Eropa tidak boleh berdagang di Konstatinopel sebagai tempat pengambilan rempah-rempah oleh Turki Usmani, maka hal inilah yang mendorong orang Eropa mencari dunia timur asalnya rempah-rempah sampai abad ke-18.  Peranan Indonesia dalam perdagangan dan pelayaran : a. Sebagai jalur lalulintas perdagangan dan pelayaran internasional b. Sebagai tempat persinggahan bagi kapal-kapal dagang c. Sebagai pemasok barang-barang dagangan yang sangat dibutuhkan d. Sebagai daerah konsumen yang potensial  Pusat-pusat pelayaran dan perdagangan yang pernah ada di Asia Tenggara dan Indonesia: a. Semenanjung Malaka b. Samudera Pasai c. Sriwijaya d. Gresik dan Tuban e. Ternate dan Tidore Dikuasainya kota Konstatinopel oleh Turki Usmani maka pedagang-pedagang Eropa tidak diperbolehkan berdagang di Konstatinopel, akibatnya persediaan rempah-rempah semakin menipis dan mahal harganya, maka tergolonglah bangsa-bangsa barat untuk mencari rempah-rempah di negeri ini.  Pelopor penjelajahan Samudra adalah : 1. Bangsa Portugis a. Tahun 1486 Bartholomeus Diaz sampai ke Afrika Selatan (Tanjung Topan Semenanjung harapan) b. Tahun 1439 Vasco de Gama sampai Kalikit (Barat India) c. Tahun 1511 Alfanso D’albuquerque berhasil merebut Malaka d. Tahun 1512 berhasil mendarat di Maluku (pusat rempah-rempah) dan Fransisco Xaverius menyebarkan agama Katolik di Indonesia. 2. Bangsa Spanyol a. Tahun 1492 Christoporous Colombus sampai ke Pulau Bahama b. Tahun 1520 Magelhaen sampai ke Philipina c. Tahun 1519 Cortes mendarat di Mexico d. Tahun 1521 Spanyol masuk ke Indonesia e. Tahun 1532 Pizzaro mendarat di perairan Inca 3. Pelaut Perancis a. Cartier 1543 tiba di Amerika b. Tahun 1808-1811 Perancis menguasai Indonesia di bawah Daendles 4. Pelaut Inggris a. Wiliem Dampir, James Cook (1770 mendarat di Botany Bay) b. Matthew Flindrs (1793 membuat peta Australia), Francis Drake c. Tahun 1811-1816 Inggris menguasai Indonesia di bawah Raffles d. Tahun 1814 Inggris menyerahkan Indonesia ke Belanda (Convention of London) 5. Bangsa Belanda a. Tahun 1596 Cornelis Houtman mendarat di Banten (Indonesia) b. Barentz berlayar melalui kutub utara c. Tahun 1621 Belanda merebut Malaka dari tangan Portugis d. Tahun 1623 Willem Jasz orang Belanda yang pertama kali menemukan Australia e. Tahun 1623 Jan Cartenz sampai ke timur Australia f. Tahun 1624 Abel Tasman menemukan Tasmania dan Selandia Baru g. Willem de Vlamiugh tahun 1696 menemukan Sungai Swan Kedatangan bangsa Portugis di Ternate tahun 1512 diminta untuk melindungi bangsa Ternate dengan imbalan Monopoli perdagangan di Ternate. Dan Spanyol di Tidore tahun 1521, akibatnya menjadikan persaingan dagang dengan Portugis, maka keduanya membuat perjanjian Saragosa tahun 1529 yang isinya Spanyol mendapat wilayah perdagangan di Filipina dan Portugis tetap di Maluku. Kedatangan bangsa Belanda yang semakin lama semakin banyak akhirnya menimbulkan persaingan antara mereka kemudian mereka membuat perkumpulan dagang Belanda yang diberi nama VOC pada tahun 1602. Karena VOC diberi hak octroi (istimewa) oleh pemerintah Belanda berupa : a. Membuat mata uang b. Mengangkat dan memecat pegawai c. Membentuk pasukan dengan senjata lengkap d. Memegang monopoli perdagangan di wilayah timur e. Menguasai daerah yang menguntungkan Maka VOC mengambil langkah untuk mencapai tujuannya dengan cara : a. Monopoli : sistem perdagangan dibawah satu tangan b. Ekstirpasi : hukuman bagi mereka yang melanggar aturan monopoli tanam c. Pelayaran Hongi : pelayaran penjagaan perairan dari pedagang lain Pada tahun 1795 Belanda terjadi revolusi dan dikendalikan oleh Perancis dengan nama Republik Bataaf. Raja Willem V melarikan diri ke Inggris. Menurut pemerintah Bataaf VOC di Indonesia sudah tidak mampu lagi, maka pada tanggal 31 Desember 1799 VOC dibubarkan kemudian mulai tanggal 1 Januari 1800 dimulailah pemerintahan Kolonial Belanda dengan nama Hindia Belanda. Pada tahun 1806 Pemerintahan Republik Bataaf dibubarkan dan Belanda langsung dibawah kekuasaan Perancis. Adanya revolusi Napoleon Bonaparte maka Napoleon menguasai Perancis dan menempatkan adiknya yang bernama Louis Napoleon menjadi raja di Belanda dan Louis Napoleon menempatkan Daendels di Indonesia.  Karena Perancis sedang berseteru dengan Inggris, maka tugas Daendels di Indonesia adalah : a. Mempertahankan Jawa dari serangan Inggris b. Membuat pemerintahan di Indonesia  Untuk mempertahankan Jawa dari serangan Inggris, maka Daendels mempersiapkan : a. Membentuk pasukan dari orang Indonesia b. Mendirikan pabrik senjata di Surabaya dan Semarang c. Membangun pangkalan Angkatan Laut di Ujung Kulon d. Membuat jalan Anyer sampai Panarukan  Adapun untuk membiayai hal tersebut di atas, maka Daendels mengupayakan dengan: a. Contingenten : keharusan membayar pajak dengan hasil bumi b. Verplitchte Leverantie : keharusan menjual hasil bumi kepada Belanda dengan harga yang telah ditentukan oleh Belanda. c. Priyangan Stelsel : keharusan menanam kopi bagi rakyat Priyangan d. Penjualan tanah pemerintah kepada swasta asing e. Kerja Rodi Pada tahun 1811 Daendels di tarik pulang ke Belanda dan digantikan oleh Janssens dan pada tahun itu pula Janssens diserang oleh Inggris dari Batavia mundur ke Bogor, ke Semarang dan akhirnya sampai ke Salatiga karena kalah Janssens menandatangani perjanjian yang dikenal dengan Kapitulasi Tuntang. Selanjutnya Indonesia dijajah oleh Inggris dibawah pimpinan Raffles (1811-1816). Pada masa Raffles semua kebijakan Daendels dihapus dan diganti dengan sewa tanah atau Land Rente. Pada tahun 1814 kekuasaan Napoleon jatuh sehingga kekuasaan Louis Napoleon berakhir dan raja Willem V kembali dari pengasingannya di Inggris ke Belanda serta menerima kembali Indonesia ke tangannya dengan perjanjian yang dikenal dengan Convensi London. Selanjutnya Indonesia dibawah Gubernur Jenderal Van Der Capellen. Pada tahun 1803 Belanda kesulitan keuangan karena banyaknya biaya yang dikeluarkan adanya pemberontakan Belgia yang ingin pisah dengan Belanda serta pembuatan benteng stelsel untuk menghadapi perang Diponegoro. Dengan kondisi yang demikian maka ususlan Van Den Bosch agar produksi tanaman ekspor di Indonesia ditingkatkan diterima oleh pemerintah Belanda dan selanjutnya Van Den Bosch dijadikan Gubernur Jenderal Indonesia dan melaksanakan tanam paksa (cultuur stelsel). Pada dasarnya tanam paksa adalah pengambilan seperlima tanah milik rakyat untuk ditanami tanaman ekspor, kemudian rakyat bebas membayar pajak bagi tanah yang diambil oleh pemerintah tersebut, namun rakyat harus meluangkan waktunya untuk bekerja pada tanaman perkebunan tersebut. Pada prakteknya tanah yang diambil oleh pemerintah melebihi dari seperlima, rakyat masih tetap membayar pajak atas tanah yang diambil serta rakyat tidak sempat menggarap sawahnya sendiri akibat produksi padi menurun dan banyak rakyat yang kelaparan. Namun faktor positifnya adalah rakyat berpengalaman dibidang tanaman perkebunan. Pelaksanaan tanam paksa yang menyengsarakan rakyat akhirnya dikritik oleh Deuwes Decker atau Multatuli dengan karyanya Max Havelaar yang kemudian pemerintahan Belanda mengganti tanam paksa dengan politik pintu terbuka. Pada masa politik pintu terbuka orang asing dipersilahkan untuk menanamkan modalnya di Indonesia dengan tanaman perkebunan yang sedang laku di pasaran dunia saat itu. Maka berduyun-duyunlah pengusaha asing menyewa tanah di Indonesia untuk ditanami tanaman perkebunan. Untuk kepentingan tersebut di atas maka pemerintah membuat undang-undang Agraria yang mengatur tentang sewa menyewa tanah di Indonesia. Pada masa politik pintu terbuka ini terjadi perubahan besar pada masyarakat Indonesia karena bangsa Indonesia mulai mengenal uang dalam kehidupannya. Namun kesengsaraan masih berada pada rakyat karena terjerat pada sistem kuli kontrak dan jika lari dari kontraknya maka dikenakan hukuman yang terkenal dengan Poenale Sanctie. Selanjutnya politik pintu terbuka di kritik oleh Van de Venter dengan karyanya Een ereeschuld yang artinya utang kehormatan. Dalam hal ini Belanda punya hutang budi kepada bangsa Indonesia yang sekian lama telah diambil kekayaan dan tenaga manusianya untuk kepentingan Belanda, maka untuk membalas budi bangsa Indonesia harus diberi educatie (pendidikan), Irigasi (pengairan), dan emigrasi (pemindahan penduduk ke luar Jawa). Usulan inilah yang kemudian terkenal dengan trilogy Van de Venter atau Trias Contrad atau Trias Van de Venter. Dengan kritikan tersebut di atas maka pemerintah Belanda merubah politik pintu terbuka dengan politik etis atas saran Van de Venter tersebut. Pada masa politik etis, dari segi pendidikan menghasilkan para kaum terpelajar yang akhirnya sebagai tulang punggung pergerakan nasional. Namun disisi lain ada sebagian para pelajar hasil pendidikan pada masa ini digunakan untuk kepentingan Belanda sendiri seperti pada sekolah Pamong Praja. Maka politik etis juga sering disebut asosiasi yakni sepertinya Belanda memberikan kebaikan namun tetap berpulang untuk kepentingan Belanda sendiri. PERJUANGAN MENENTANG PENJAJAH A. Perjuangan Melawan VOC 1. Perlawanan Sultan Agung (Raja Mataram) Penyerangan dilakukan pada tahun 1628 dan 1629 ke Batavia, tetapi menderita kekalahan. Sultan Agung wafat tahun 1645. 2. Perang Makassar Dipimpin oleh Hasanuddin Raja Makassar pada tahun 1667 sampai 1669. Aru Palaka Raja Bone (Bugis) dihasut VOC kemudian menyerang Makassar. Aru Palaka dibantu VOC dan tentara Ambon (Kapten Yongker). Hasanuddin kalah dan menandatangani perjanjian turun tahta, tentaranya lari ke Jawa ergabung dengan Trunojoyo melawan VOC dipimpin oleh Kraeng Galesung. 3. Perlawanan Trunojoyo (Bupati Madura) Mengadakan perlawanan terhadap Amangkurat I yang dibantu VOC, wafat di Tegal Arum kemudian digantikan oleh Amangkurat II. 4. Perlawanan Sultan Ageng Tirtoyoso (Raja Banten) Pada tahun 1682 sampai 1683 anak Sultan Ageng yang bernama Sultan Haji dibantu VOC melawan ayahnya, Sultan Ageng kalah dan wafat tahun 1692 dalam tahanan VOC. 5. Perlawanan Suropati Mula-mula seorang kapten VOC kemudian membelot. Ia bertahan di Kartasura mengahdapi Kapten Tack. Suropati berhasil membunuh Kapten Tack. Mataram diperintah oleh Pangeran Puger dukungan VOC. Amangkurat III (Sunan Mas) bergabung dengan Suropati . Pangeran Puger bergelar Pakubuwono I. Suropati gugur, Sunan Mas tertangkap. 6. Perlawanan Mangkubumi Mataram dipegang oleh Pakubuwono II dukungan VOC. Mangkubumi adik Pakubowono II berontak dibantu MAs Said. Pakubuwono II wafat digantikan oleh Pakubuwono III. Pada tahun 1735 menurut perjanjian Gianti, Mangkubumi menjadi raja mataram barat dengan gelar Hamengkubuwono I, sedangkan Pakubuwono III disebelah timur, Mas Said mendapat sebagian Mataram Timur dan bergelar Mangkunegoro. 7. Perlawanan Sultan Nuku Putra raja Tidore (Yang dibunuh Belanda) pada tahun 1780 melawan VOC, Tidore dapat direbut kembali. Ia menghasut Inggris, kemudian Inggris melawan VOC. Setelah VOC kalah Sultan Nuku memukul Inggris. B. Perjuangan Melawan Pemerintah Kolonial Belanda 1. Perang Pattimura (Thomas Matulesi) Pada tahun 1817 memimpin rakyat Maluku, tetapi kalah dan tahun itu juga dibunuh. 2. Perlawanan Palembang Dipimpin oleh Sultan Najamudin dan Badarudin pada tahun 1819 sampai 1825, dapat ditumpas oleh Belanda. 3. Perang Diponegoro (1825 sampai 1830) Dibantu oleh Kyai Mojo dan Sentot Prawirodirja. Siasatnya perang gerilya sedang Belanda dengan Benteng Stelsel. Belanda mengalami kerugian besar. Pada tanggal 28 Maret 1830 Belanda menggunakan tipu muslihat akhirnya Pageran Diponegoro ditangkap dan diasingkan ke Makassar (oleh De Kock) pada 8 Januari 1855 Diponegoro wafat dan dimakamkan di Makassar. 4. Perang Padri 1821 sampai dengan 1837 Orang Padri dipimpin oleh Imam Bonjol, tahun 1825 karena di Jawa pecah perang Diponegoro, maka Belanda mengadakan perdamaian dengan Imam Bonjol. Setelah perang Diponegoro berakhir perang padre pecah lagi, Imam Bonjol tertangkap dan diasingkan. 5. Perang Bali (1849) 6. Perang Banjar (1859 sampai 1863) Dipimpin oleh Pangeran Hidayat dan Pangeran Antasari. 7. Perang Aceh (1873 sampai 1904) Pemimpin yang terkenal adalah Teuku Cik Di Tiro dan Istrinya (Cut Nyak Dien), Panglima Polim. Belanda menggunaka siasat garis pemusatan (konsentrasi stelsel). Dr. Snouk Hougrogne dikirim untuk menyelidiki masyarakat Aceh. Kemudian menggunakan siasat kekerasan dengan menyerang ulama. UJI KOMPETENSI A. Silanglah Salah Satu Jawaban Yang Paling Benar! 1. Yang bukan merupakan barang dagangan dari Sumatera pada masa perdagangan dan pelayaran kuno adalah… A. emas C. beras B. kemenyan D. lada putih 2. Pelayaran interensulair adalah pelayaran yang dilakukan oleh para pedagang antara… A. Negara satu ke Negara lain B. Pulau ke pulau C. Kota pelabuhan di dalam negeri D. Daerah dalam satu pulau 3. Pusat-pusat perdagangan di laut tengah mempunyai peranan sebagai… A. Tempat transit pedagang dari Cina B. Mata rantai perdagangan Asia Eropa C. Gudang barang dagangan dari Arab D. Akhir pelayaran Asia Timur 4. Rute jalur sutera tersusun sebagai berikut : I . Xian Cina II. Gurun Asia Tengah, Turkestan III. Mediterania IV. Eropa V. Persia A. I – V- III – IV - II B. I – II – V – III – IV C. I - IV – III – V – II D. I – III – IV – V 5. Komoditi perdagangan yang dibawa oleh Cina pada masa perdagangan dan pelayaran pada masa kuno adalah… A. Gading, porselin, sutera B. Ukir-ukiran, gading, tenun halus C. Permadani, porselen, rempah-rempah D. Porselen, sutera, keramik 6. Akibat langsung setelah dikuasainya kota Konstatinopel oleh Turki Usmani adalah… A. Orang Eropa mencari tempat asal rempah-rempah B. Harga rempah-rempah di Eropa semakin mahal C. Pedangan Eropa tidak diperbolehkan berdagang di Konstatinopel D. Orang Eropa mengadakan serangan balik terhadap Konstatinopel 7. Dalam usahanya, mencari dunia timur, yang paling awal diantara dibawah ini adalah… A. Alfonso D’alburque menguasai Maluku B. Fernando Magelhaens tiba di Filipina C. Vasco da Gama menemukan Calicut India D. Cornelis de Houtman sampai di Bandung 8. Yang tidak termasuk usaha-usaha Belanda untuk mencapai Gold, Glory dan Gospel di Indonesia adalah … A. Monopoli C. Land rente B. Ekstirpasi D. Pelayaran Hongi 9. Glory artinya… A. Kekayaan C. Penjajahan B. Menyebarkan agama D. Kejayaan 10. Dalam menyelesaikan perebutan daerah dagangan antara Spanyol dengan Portugis, maka dibuatlah perjanjian… A. Saragosa C. Salatiga B. Giyanti D. Bongaya 11. Salah satu usaha untuk mendukung monopoli perdagangan VOC adalah … A. Contingenten C. Ekstirpasi B. Cultuur Stelsel D. Kerja Rodi 12. Reaksi Rakyat Indonesia terhadap praktek monopoli Portugis dilakukan oleh … A. Banten, Maluku, Banjar B. Mataram dan Gowa C. Trunojoyo dan Untung Suropati D. Demak, Aceh, dan Maluku 13. Pada tanggal 31 Desember 1799 VOC dibubarkan kemudian diganti oleh… A. Pemerintah transisi Inggris B. Pemerintah colonial Belanda C. Pemerintah Portugis D. Pemerintah Spanyol 14. Cara yang dilakukan Raffles (1811-1816) untuk mencari biaya guna mengisi kas negara adalah… A. Menarik pajak kontingenten B. Melaksanakan tanam paksa C. Menarik verplicate leverantie D. Penarikan pajak tanah 15. Untuk menutup devisit anggaran Negeri Belanda maka atas usul Van de Bosch di Indonesia dilaksanakan … A. Politik etis C. Politik tanam paksa B. Politik pintu terbuka D. Kerja rodi 16. Pungutan pajak tanah pada masa Raffles disebut… A. Contingenten C. Land Rente B. Verplichte Leverantie D. Priangan Stelsel 17. Undang-undang Agraria 1870 mengatur tentang… A. Aturan dan tata cara dalam tanam paksa B. Pensertifikatan tanah secara missal C. Aturan pengusaha asing untuk menyewa tanah D. Aturan tentang tata kota di Indonesia 18. Pengaruh positif bagi bangsa Indonesia dari pelaksanaan politik pintu terbuka adalah… A. Ekonomi rakyat menjadi kuat B. Adanya kuli kontrak C. Mengetahui tanaman perkebunan D. Terjadi kelaparan dimana-mana 19. Pelaksanaan tanam paksa akhirnya menyengsarakan rakyat dan kemudian dikritik oleh… A. Van der Venter C. Douwes Decker B. Van der Pute D. Van der Capellen 20. Sebagai pengganti politik tanam paksa diganti dengan… A. Politik devide et impera B. Politik pintu terbuka C. Politik etis D. Politik kooperatif BAB VIII PERKEMBANGAN PERGERAKAN KEBANGSAAN DI INDONESIA DAN ASIA AFRIKA SERTA PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA A. Perkembangan Pergerakan Kebangsaan di Indonesia Dampak politik etis khususnya dari educatie atau pendidikan adalah munculnya golongan terpelajar hasil dari sekolah-sekolah yang ada pada waktu itu. Adapun sekolah-sekolah waktu itu antara lain : sekolah ongko siji, sekolah ongko loro, HIS ditingkat SD, sedangkan tingkat SLTP ada MULO, tingkat SLTA adalah AMS. Sedangkan SLTA kejuruan terdapat KWK (sekolah teknik) dan sekolah guru yaitu Kweek School serta di bidang pertanian terdapat Middlebore Landbow School. Adapun perguruan tinggi terdapat sekolah teknik (THS), sekolah hakim tinggi (RHS), sekolah tabib tinggi (GHS) merupakan jelmaan dari STOVIA (kedokteran). Setelah banyaknya golongan terpelajar hasil dari pendidikan di atas, mereka lebih sadar akan keadaan bangsanya dan selanjutnya mengadakan pergerakan nasional. Adapun faktor-faktor pendorong pergerakan nasional yaitu : 1. Faktor dalam negeri a. Penderitaan rakyat b. Adanya golongan terpelajar c. Perbedaan status social antara pibumi dengan Belanda d. Aksi Indo Belanda dengan mendirikan Indische Bond dan Insulinde 2. Faktor luar negeri a. Kemenangan Jepang atas Rusia b. Gerakan-gerakan di Negara-negara tetangga seperti : Kemal attatruk di Turki, Mahatma Gandhi di India, Sun Yat Sen di Tiongkok dll. Pergerakan nasional ini bukan lagi mengadakan angkat senjata seperti sebelumnya, namun sudah menuju pembentukan organisasi-organisasi. Adapun organisasi-organisasi saat itu adalah : 1. Boedi Oetomo Berdiri pada tanggal 20 mei 1908 dipimpin oleh Dr. Soetomo dengan tujuan : kemajuan bagi Hindia dan meningkatkan derajat bangsa. Tokoh-tokoh antara lain : Gunawan, Suraji, Wahidin Sudiro Hoesodo, dll. Hasil kongres pertamanya di Yogyakarta bahwa BU tidak bergerak di bidang politik. Pada tahun 1927 BU menjadi anggota pemufakatan perhimpulan politik kebangsaan Indonesia. Kemudian pada tahun 1935 bersama persatuan bangsa Indonesia bergabung menjadi Partai Indonesia Raya atau Parindra. 2. Perhimpunan Indonesia Berdiri pada tahun 1908 di negeri Belanda yang dipimpin oleh : Sutan Kayasangan, R.N Noto Soroto dengan tujuan mengurusi kepentingan orang-orang Indonesia yang ada di negeri Belanda. 3. Serikat Dagang Islam Berdiri tahun 1911 dipimpin oleh Haji Samanhudi. 4. Serikat Islam Serikat Islam merupakan perubahan dari serikat dagang islam yang kemudian di ketuai oleh HOS Cokro Aminoto dengan beberapa temannya antara lain Haji Agus Salim dan Abdul Muis. Pada tahun 1921 SI disusupi oleh orang-orang PKI seperti Semaun, Darsono. Pecah menjadi dua yaitu SI merah dan SI putih. Pada tahun 1929 SI akhirnya berubah menjadi PSII. 5. Indische Partij Berdiri pada tanggal 25 Desember 1912 yang dipimpin oleh tiga serangkai yaitu : a. E.F.E Deuwes Decker (Dr. Danudirjo Setia Budi) b. dr. Cipto Mangun Kusumo c. R.M Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara) Tujuan untuk mempersatukan seluruh bangsa Indonesia dan mencapai merdeka. 6. PKI Partai Komunis Indonesia berdiri pada tahun 1920 dibawah pimpinan Semaun dan kawan-kawan. 7. PNI Berdiri pada tanggal 4 Juli 1927 yang dipimpin oleh Ir. Soekarno. Tujuannya untuk mencapai Indonesia merdeka dengan usaha sendiri. PNI dibubarkan oleh Mr. Sartono pada tahun 1931 kemudian Drs. Moh. Hatta mendirikan PNI baru kepanjangan dari pendidikan nasional Indonesia. 8. PBI Perhimpunan Bangsa Indonesia berdiri pada tahun 1930 yang dipimpin oleh Dr. Soetomo. Organisasi ini merupakan gabungan dari studie club Surabaya dengan syarekat Madura. 9. Parindra Partai Indonesia raya berdiri pada tahun 1935 merupakan peleburan dari PBI, Budi Utomo, kaum betawi dll. Tujuannya mencapai Indonesia mulia dan sempurna. Tokoh-tokoh parindra adalah Muh. Husni Thamrin, R. Soekarjo Wiryo Pranoto, R. Panji Soeroso, Wuryaningrat, Mr. Soesanto Tirtoprojo dan lain-lain. 10. GAPI Gabungan Politik Indonesia berdiri pada tahun 1939 merupakan gabungan dari beberapa partai diantaranya : Parindra, Gerindo, Pasundan, PSI, Persatuan Minahasa, PII, Partai Katolik. Tokoh-tokoh GAPI diantaranya Abi Kusno Cokrosuyono, M. H. Thamrin, Amir Syarifudin. 11. Perkumpulan Pemuda Perkumpulan pemuda tidak ketinggalan membentuk organisasi seperti : Trikoro Darmo yang berdiri pada tanggal 7 Maret 1915 dipimpin oleh Satiman Wiryosanjoyo. Kemudian pada tahun 1918 berubah namanya menjadi Yong Java. Perkembangan Pergerakan Nasional Dalam perkembangannya pergerakan nasional dilakukan dengan cara radikal kooperatif. Adapun organisasi-organisasi masa radikal adalah : Perhimpunan Indonesia, PKI, PNI. Setelah masa radikal berubah menjadi masa moderat yang bersifat kooperatif hal ini disebabkan banyaknya tokoh-tokoh partai yang ditangkap Belanda dan organisasinya dibubarkan. Maka organisasi ini merubah taktik menjadi moderat, mau bekerja sama dengan Belanda namun tetap mempunyai tujuan Indonesia merdeka. Adapun organisasi pada masa moderat ini adalah : PBI, Parindra, Gapi, Gerindo. Sumpah Pemuda Sebelum sumpah pemuda, diadakan kongres pemuda I di Jakarta pada tanggal 30 April sampai 2 Mei 1926 dengan tujuan mempersiapkan Kongres Pemuda II dan sepakat agar semua organisasi pemuda bersatu. Kongres pemuda II diadakan di Jakarta pada tanggal 17 dan 28 Oktober 1928 yang diketuai oleh Soegondo Joyo Puspito. Hasil kongres II memutuskan : 1. Ikrar Sumpah pemuda 2. Lagu Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan 3. Bendera merah putih sebagai bendera kebangsaan 4. Semua organisasi pemuda kedaerahan dilebur menjadi Indonesia muda. B. Perkembangan Pergerakan Kebangsaan Bangsa-bangsa Asia Afrika 1. India Munculnya organisasi Brahma Samada, AINC, Moslem league. Tokoh-tokoh India: Ram Mohan Roy, Motilal Nehru, Ali Jinnah, dan Mahatma Gandhi dengan ajarannya yaitu satyagraha, Ahimsa, Hartal, dan Swadeshi. 2. Turki Tokoh yang mempelopori Mustafa Kemal Pasha/ Kamal Attaturk. 3. Cina Dengan hadirnya DR. Sun Yat Sen dengan ajaran Sun Yat Sen adalah San Min Chu I. 4. Filipina Dipimpin oleh dr. Jose Rizal dan Andres Bonivacio. 5. Mesir Terkenal dengan tokohnya Gamal Abdul Nasser yang berhasil menasionalisasi terusan Suez. C. Masa Pendudukan Jepang di Indonesia Setelah menguasai Cina Timur, Jepang menduduki Vietnam selatan pada tanggal 7 Desember 1941 Jepang menyerang Pearl Harbour. Setelah itu menguasai Filipina, Indonesia, Malaysia, Singapura dan Birma. Di Indonesia mula-mula Jepang menyerang Tarakan 11 Januari 1942 kemudian berturut-turut Blikpapan, Pontianak, Samarinda, Kota Bangun dan Banjarmasin. Kemudian pada tanggal 14 Februari 1942 Jepang menduduki Palembang. Pada tanggal 1 Maret 1942 Banten, Eretan Wetan dan Kragan dapat dikuasai, akhirnya pada tanggal 8 Maret 1942 Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang dengan menandatangani perundingan Kalijati.Untuk mencari dukungan dan simpati rakyat Indonesia maka Jepang mula-mula menyampaikan propagandanya dengan tiga A yakni Jepang pemimpin Asia, Jepang Pelindung Asia serta Jepang cahaya Asia. Karena tidak mendapat tanggapan yang baik dari rakyat maka dibentuklah Putera (pusat tenaga rakyat) yang dipimpin oleh empat serangkai yaitu, Soekarno, Hatta, Mas Mansur, Ki Hajar Dewantara yang akhirnya Putera dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia untuk mempersiapkan kemerdekaannya. Hokokai yang dikendalikan secara ketat dan dijaga langsung oleh orang Jepang. Selain itu Jepang juga menghargai orang Islam maka dibentuklah Majlis Islam’ala Indonesia (MIAI) yang akhirnya dibubarkan karena banyaknya simpatisan dari orang Islam. Untuk menghadapi perang balasan dari Amerika, maka Jepang mulai mengerahkan tenaga pribumi dengan membentuk tenaga semi militer seperti : Seinenden, Keibondan, Heiho, Fujinkai (wanita) maupun militer yaitu Peta. Selain pengerahan tenaga pribumi juga pemerasan kekayaan rakyat untuk biaya perang. Karena kesengsaraan rakyat di masa Jepang, maka timbulah beberapa perlawanan rakyat di beberapatempat seperti : 1. Di Cot Plieng oleh Teuku Abdul Jalil 2. Di Singaparna dipimpin oleh K.H. Zainal Mustafa 3. Di Cimareme, di Caringin dipimpin oleh para ulama 4. Di Indramayu Lohbener, Sindang dll Dampak negative penjajahan Jepang adalah kesengsaraan rakyat karena kelaparan, kerja rodi ataupun siksaan sampai pada kematian. Namun dampak positif adalah meningkatnya kedisiplinan, bahasa Indonesia dipakai sebagai bahasa resmi serta kesempatan untuk mempersiapkan kemerdekaan. Karena pada tahun 1944 Jepang semakin terdesak, maka dibentuklah BPUPKI yang kemudian oleh bangsa Indonesia digunakan untuk menyusun dasar Negara. Setelah itu pada tanggal 7 Agustus 1945 BPUPKI dibubarkan dan diganti dengan PPKI. UJI KOMPETENSI A. Silanglah Salah Satu Jawaban Yang Paling Benar! 1. Munculnya golongan terpelajar di Indonesia adalah merupakan hasil dari sekolah-sekolah pada masa… A. Politik tanam paksa C. Politik pintu terbuka B. Politik etis D. pendudukan Inggris 2. Sekolah tingkat SLTP pada masa pendudukan Belanda adalah… A. HIS C. AMS B. MULO D. Kweek School 3. Yang tidak termasuk faktor dalam Negara sebagai pendorong pergerakan nasional adalah… A. Penderitaan rakyat akibat penjajah B. Timbulnya golongan cerdik cendikia C. Hadirnya pemimpin pasukan perang Negara lain D. Kejayaan masa Sriwijaya dan Majapahit 4. Hasil kongres ke-2 pemuda Indonesia tanggal 28 Oktober 1928 diantaranya memutuskan bahwa semua organisasi dilebur menjadi… A. Perhimpunan Pelajar Indonesia B. Pemuda Indonesia C. Indonesia Muda D. Tri Koro Dharmo 5. Tiga serangkai terdiri dari … A. dr. Cipto Mangunkusumo, Douwes Decker dan RM. Suwardi Suryaningrat B. Ki Hajar Dewantara, H. Agus Salim dan Samanhudi C. dr. Cipto MangunKusumo, Suwardi Suryodiningrat dan HOS. Cokro Aminoto. D. Douwes Dekker, KHA. Dahlan, Ki Hajar Dewantara 6. Di bawah ini yang termasuk organisasi pada masa radikal adalah… A. PBI, Parindra, Gerindo C. PI, PBI, dan PNI B. PKI, PNI, PI D. PNI, Gerindo, dan PKI 7. Organisasi pergerakan nasional di India adalah… A. Bahma Samaj, The Indian Mutiny, Rama Krisna, Amritsar Massacre. B. Bahma Samaj, Rama Krisna, All Indian Nasional Congress, Moeslem league. C. The Indian Mutiny, Amritsar Massacre, Satya Graha, Hartal D. All Indian Nasional Congress, Satya Graha, Moeslem League, Hartal 8. Golongan Islam pada masa Jepang membentuk organisasi … A. PSII C. MIAI B. Parmusi D. Yong Islamitien Bond 9. Dampak positif pendudukan Jepang di Indonesia adalah… A. Kesempatan untuk berpolitik B. Semagat mengadakan perlawanan terhadap Jepang C. Latihan berorganisasi D. Kesempatan untuk mempersiapkan kemerdekaan 10. Dokuritzu Junbi Coosakai adalah nama lain dari… A. PPKI C. KNIP B. BPUPKI D. Panitia Sembilan 11. Perjuangan tanpa harus dengan kekerasan dan angkat sengaja adalah merupakan salah satu ajaran … A. Satya Graha C. Hartal B. Ahimsa D. Swadesi 12. Di bawah ini yang bukan ajaran San Min Cu I dari Sun Yat Sen adalah… A. Nasionalisme atau kebangsaan B. Demokrasi atau kerakyaan C. Sosialisme atau keadilan social D. Kemanusiaan atau persamaan 13. Setelah dari Pearl Harbour Jepang menguasai Filipina, Indonesia dan Malaysia. Di Indonesia mula-mula menyerang… A. Jakarta C. Tarakan B. Kalijati D. Palembang 14. Perjuangan melawan pendudukan Jepang di Singaparna dipimpin oleh… A. Teuku Abdul Jalil C. Supriyadi B. K.H. Zainal Mustafa D. para ulama 15. Empat serangkai Soekarno, Hatta, Mas Mansur, Ki Hajar Dewantara pada masa Jepang memimpin… A. Gerakan tiga A C. MIAI B. Poetra (Putera) D. Jawa Hokokai B.Isilah titik-titik dibawah ini dengan singkat dan jelas! 1. Mengapa kaum terpelajar menjadi pelopor pergerakan kebangsaan ? 2. Mengapa SI menjadi organisasi yang sangat besar ? 3. Mengapa kemenangan Jepang atas Rusia bisa menjadi pendorong pergerakan nasional di Indonesia ? 4.Mengapa Kongres Pemuda II menjadi sangat penting ? 5. Jelaskan kekejaman Jepang terhadap rakyat Indonesia ? BAB IX PERISTIWA-PERISTIWA PENTING DI BERBAGAI TEMPAT DUNIA A. Revolusi Amerika Peristiwa ini merupakan sebuah revolusi yang dilakukan oleh bangsa-bangsa Eropa (terutama Inggris) yang pindah ke benua Amerika karena faktor politik, ekonomi, dan agama untuk memperoleh kebebasan (kemerdekaan). Untuk menandaskan cita-citanya, mereka membentuk koloni-koloni (hingga mencapai jumlah 13) di benua Amerika yang kemudian secara bersama-sama mendeklarasikan berdirinya Negara Amerika serikat pada tanggal 4 Juli 1776 (declaration of Independence), dengan presiden pertamanya George Washington. B. Revolusi Industri Inggris Sebab-sebab: 1. Penemuan bidang teknologi seperti : mesin uap, mesin tenun, dan sebagainya 2. Inggris memiliki kekayaan alam : batubara, dan biji besi 3. Inggris kaya jajahan 4. Terjadinya Revolusi Agraria 5. Masyarakat Inggris ulet (punya jiwa wiraswasta) Akibat Revolusi Inggris : Akibat Revolusi Industri terjadi perubahan di berbagai bidang, baik social, ekonomi, politik maupun kebudayaan. Munculnya imperialisme modern termasuk akibat penting yang membawa perubahan besar bagi Negara-negara di dunia. C. Revolusi Perancis Sebab-sebab : 1. Karena adanya paham-paham baru hasil pemikiran : JJ. Rosseau, Voltaire, John Lock, Montesqueieu. 2. Kekuasaan raja yang absolute 3. Keuangan Negara yang devisit 4. Rakyat diperlakukan tidak adil 5. Rakyat dibebani bermacam-macam pajak yang cukup berat Akibat Revolusi Perancis 1. Berkembangnya nasionalisme, liberalisme. 2. Hapusnya feodalisme 3. Munculnya cita-cita mendirikan Negara Republik yang demokratis. 4. Code Napoleon tersebar dan ditiru Negara-negara di luar Perancis. D. Perang Dunia I (1914-1918) 1. Latar Belakang terjadinya Perang Dunia I Perang dunia I adalah peperangan yang melibatkan banyak negara Eropa, sehingga ada yang menganggap bahwa perang dunia I merupakan perang saudara antara bangsa Eropa. Adapun yang menyebabkan timbulnya Perang Dunia I terbagi menjadi dua, yaitu sebab umum dan sebab khusus. a. Sebab Umum 1). Pertentangan antara Negara : a) Jerman – Inggris b) Jerman – Perancis c) Jerman – Rusia d) Rusia – Austria 2). Adanya persekutuan antar Negara 3). Adanya perlombaan senjata b. Sebab khusus Terjadinya pembunuhan terhadap Putera Mahkota Austria di Sarjevo pada tanggal 28 Juli 1914. Putra mahkota Austria yang bernama Frans Ferdinand saat itu sedang mengunjungi latihan perang bersama istrinya. Oleh seorang Serbia bernama Gravillo Princip, Pangeran Frans Ferdinand dibunuh pada saat itu. Dengan adanya pembunuhan itu, maka Austria menuntut penyerahan pembunuhnya dalam tempo satu bulan, tetapi tidak dihiraukan oleh Serbia kemudian diikuti Jerman Perang dengan Rusia. Austria menjadi kecewa sehingga menyatakan perang terhadp Serbia kemudian diikuti Jerman perang dengan Rusia, Perancis terhadap Jerman dan Inggris terhadap Jerman, akhirnya perang meluas di berbagai belahan dunia. 2. Akibat Perang Dunia I Perang dunia I merupakan perang yang melibatkan banyak Negara sehingga tidak mustahil apabila pengaruhnya pun di berbagai bidang, baik politik, ekonomi, social dan rohani. a. Bidang Politik Dibidang politik Perang Dunia I mengakibatkan timbulnya Negara-negara baru seperti Polandia, Finlandia, Hongaria. Di samping itu juga menumbuhkan paham-paham baru, yaitu Fasisme di Italia, Nizisme di Jerman, Nasionalisme di Turki dan Sosial-Komunis di Rusia. b. Bidang Ekonomi Perang dunia I mengakibatkan berubahnya sistem ekonomi suatu Negara, khususnya menjadi sistem ekonomi terpimpin. Seperti Italia dengan Korporasi, Jerman dengan rencana empat tahun, Rusia dengan rencana lima tahun, Turki dengan Etatisme dan Amerika Serikat dengan New Deal. c. Bidang Sosial Perang dunia I yang banyak membutuhkan perlengkapan sehingga mendorong produktivitas suatu perusahaan/industry semakin besar. Hal itu akhirnya menyebabkan tenaga kerja (buruh) semakin dibutuhkan sehingga posisinya pun menjadi penting dan kuat yang akhirnya menyebabkan timbulnya serikat-serikat buruh. d. Bidang Rohani Perang dunia I yang menimbulkan kerusakkan dan kerugian besar itu akhirnya secara rohani menyebabkan rasa bosan dan muak setiap orang. Akibat lain perang dunia I yang besar sekali pengaruhnya terhadap dunia adalah timbulnya malaise (krisis ekonomi sedunia). Malaise pada mulanya timbul di Amerika Serikat, namun pada akhirnya dampaknya meluas ke seluruh dunia. Adapun sebab-sebab timbulnya malaise adalah : 1. Terjadinya over produksi 2. Pembagian pendapatan tidak merata 3. Peraturan buruh dalam pertanian 4. Pemberian kredit yang berlebihan 5. Perdagangan luar negeri yang tidak menentu Krisis ekonomi sedunia ini oleh Presiden Amerika Serikat F.D. Rosevelt diatasi dengan menjalankan politik New Deal (jalan baru). E. Perang Dunia II 1. Latar Belakang Terjadinya Perang Dunia II Keadaan politik dunia pada tahun 1938-1939 mempunyai kesamaan dengan keadaan politik pada tahun 1900-1914. Perang dunia II itu merupakan kelanjutan dari perang dunia I. Adapun sebab-sebab perang dunia II antara lain : 1. Kegagalan LBB 2. Perlombaan senjata 3. Persekutuan 4. Pertentangan paham 5. Revanche Idea (semangat balas dendam) 6. Hancurnya Pearl Harbour oleh Jepang 2. Jalannya Perang Perang dunia II ini lebih hebat dari perang dunia I. Negara-negara yang terlibat perang dunia II antara lain : a. Blok Amerika Serikat b. Blok Sekutu Sedangkan jalannya perang dunia II akhirnya dimenangkan oleh pihak sekutu. Akhir dari perang dunia II adalah menyerahnya Jepang dan secara keseluruhan diakhiri dengan : a. Perjanjian post dam (sekutu – Jerman) b. Perjanjian San Fransisco (sekutu – Jepang) 3. Akibat Perang dunia II Berakhirnya perang dunia II menyebabkan adanya perubahan dalam berbagai bidang di Negara-negara yang terlibat perang. Perubahan itu meliputi : 1. Bidang politik 2. Bidang Ekonomi 3. Bidang Sosial 4. Bidang Rohani UJI KOMPETENSI A. Silanglah Salah Satu Jawaban Yang Paling Benar! 1. Di bawah ini sebab-sebab Revolusi Perancis, kecuali … A. Perancis ingin memperluas jajahannya B. Perbedaan golongan bangsawan dan rakyat C. Adanya pengaruh dari ahli pikir D. Para bangsawan mempunyai hak istimewa 2. Yang melatarbelakangi Revolusi Amerika tahun 1776 adalah… A. Memperoleh kemerdekaan dari Inggris B. Mengubah budaya masyarakat Amerika C. Ingin menjadi Negara Superpower D. Menekan orang-orang suku Indian dan Negro 3. Dengan timbulnya revolusi industry, maka Inggris memasuki zaman… A. Perdagangan C. Imperialisme Kuno B. Kolonialisme D. Imperialisme Modern 4. Perang dunia I diakhiri dengan dua macam perjanjian, yaitu … A. Perjanjian Versailles dan perjanjian Sevres B. Perjanjian Post Dam dan perjanjian Saragosa C. Perjanjian KMB dan perjanjian New York D. Perjanjian Renville dan perjanjian Linggarjati 5. Sebab-sebab perang dunia II antara lain… A. Terbunuhnya putera mahkota Austria B. Perang antara Jerman – Rusia C. Krisis ekonomi dunia D. Revanche Idea (semangat membalas dendam) 6. Perang Dunia I menyebabkan perubahan dalam sistem ekonomi di suatu Negara, salah satunya adalah Turki dengan sistem ekonomi… A. Rencana 4 tahun C. Korporasi B. Rencana 5 tahun D. Etatisme 7. Yang termasuk Negara Fasis adalah… A. Jerman C. Rusia B. Italia D. Jepang 8. Yang menyebabkan timbulnya ketegangan antara koloni-koloni di Amerika Utara dengan pemerintah Inggris adalah… A. Perang tujuh tahun antara Inggris melawan Perancis B. Hasil bumi Amerika hanya boleh dijual kepada Inggris C. Timbulnya koloni baru D. Deklarasi kemerdekaan 9. Sebab khusus terjadinya perang dunia I adalah… A. Terbunuhnya Frans Ferdinand B. Terbentuknya persekutuan militer C. Munculnya gerakan Serbia Raya D. Adanya perlombaan persenjataan 10. Panglima besar tentara koloni di Amerika yang akhirnya menjadi Presiden pertama Amerika Serikat adalah … A. Thomas Jefferson C. George Washington B. Benyamin Franklin D. Samuel Adam B. Isilah titik-titik dibawah ini dengan singkat dan jelas! 1. Jelaskan hubungan Revolusi Industri dengan Indonesia ! 2. Jelaskan hubungan Revolusi Perancis dengan Indonesia ! 3. Jelaskan pengaruh PD I terhadap kehidupan politik di Indonesia ! 4. Jelaskan sebab-sebab PD II ! 5. Jelaskan akibat PD II di bidang Rohani ! KUMPULAN-KUMPULAN SOAL PERSIAPAN UJIAN NASIONAL Pilihlah Jawaban Yang Menurut anda Tepat!!! 1. Berdasarkan bukti sejarah yang berupa nisan kubur dan tata masyarakatnya maka golongan pembawa Islam ke Indonesia adalah para pedagang dari … a. Arab b. Persia c. Gujarat d. Cina e. Mesir 2. Penduduk Indonesia yang mula-mula mengenal agama Islam adalah… a. masyarakat Indonesia yang tinggal di pedalaman b. masyarakat Indonesia yang tinggal di daerah pantai. c. para raja dan keluarga bangsawan d. masyarakat Indonesia yang belum beragama e. para wali atau mubaliqh 3. Para pedagang Islam dari Arab datang pertama kali ke Indonesia pada jaman berkuasanya kerajaan.. a. Samudra Pasai b. Sriwijaya c. Majapahit d. Mataram e. Tarumanegara 4. Yang tidak termasuk cara-cara penyebaran Islam di Indonesia adalah melalui .. a. penaklukkan b. perkawinan c. perdagangan d. pendidikan e. dakwah 5. Salah seorang Walisongo yang menyebarkan Islam di Demak adalah …. a. Sunan Ampel b. Sunan Giri c. Sunan Kalijaga d. Sunan Muria e. Sunan Kudus. 6. Tujuh ciri gerakan Renaissance adalah ...... a. Menginginkan kehidupan seperti pada jaman Eropa klasik b. Menghasilkan karya-karya kreasi baru yang di ilhami dari budaya Eropa klasik c. Menginginkan kejayaan Eropa seperti pada masa Eropa klasik d. Mengembalikan kehidupan yang terbebas dari pengaruh Eropa klasik e. Mempertahankan warisan budaya Eropa klasik sampai sekarang. 7. Ciri utama revolusi industri terletak pada ……… a. penemuan mesin-mesin b. meningkatkan jumlah produksi c. perubahan cara berproduksi d. munculnya golongan pengusaha e. tersedianya buruh-buruh di pabrik 8. Pertanyaan yang bukan merupakan latar belakang lahirnya Revolusi industri di Inggris adalah …….. a. keamanan dan politik dalam negeri yang mantap b. memiliki badan dagang yaitu VOC c. memiliki jejahan yang luas d. kekayaan alam terutama biji besi dan batubara e. minat masyarakat pada industri manufaktur. 9. Salah satu perbedaan antara imperialisme kuno dengan imperialisme modern adalah 10. Perhatikan pernyataan berikut ini 1. Adanya Balance of Power, politik perimbangan 2. Perlombaan senjata 3. Adanya pertentangan antar negara-negara Eropa 4. Adanya politik alliantie. 5. Terbunuhnya Frans Ferdinand di Sarajevo. Dari pernyataan diatas, yang merupakan sebab-sebab umum Perang Dunia I adalah nomor a. 1-2-3 b. 1-3-5 c. 2-3-4 d. 2-4-5 e. 3-4-5 11. Menjelang Perang Dunia I, negara-negara di Eropa tergabung dalam politik Alliantie yaitu salah satunya Triple Ententia yang anggotanya terdiri dari …. a. Jerman, Austria, Italia b. Perancis, Inggris, Rusia c. Perancis, Inggris, Serbia d. Jerman, Inggris, Turki e. Perancis, Inggris, Turki 12. Sikap yang diambil oleh para tokoh Nasionalis selama pendudukan Jepang di Indonesia adalah.... a. menggalang kembali organisasi yang telah dibubarkan Jepang b. bersikap kooperatif terhadap pemerintah Jepang c. bersikap non kooperatif terhadapa pemerintah Jepang d. semakin radikal dalam menuntut kemerdekaan. 13. Perhatikan data-data di bawah ini 1. Pengerahan Romusha mengakibatkan terjadinya pemberontakan PETA di Blitar 2. Pengerahan bahan makanan dari hasil rakyat menyebabkan kemiskinan sehingga timbul penyakit kurang gizi. 3. Tindakan pemerintah Jepang menimbulkan lingkaran kesengsaraan bagi rakyat. 4. Produksi pangan terus menerus merosot akibat kewajiban yang harus ditanggung petani. Dari data di atas yang merupakan dampak ekonomi selama pendudukn Jepang yang dirasakan bangsa Indonesia adalah.... a. 1, 2, 3 b. 1, 2, 4 c. 2, 3, 4 d. 3, 4, 1. 14. Tugas Romusha adalah.... a. membantu prajurit Jepang dalam perang b. kerja rodi untuk membangun proyek-proyek militer Jepang c. mencari bibit-bibit tenaga cadangan yang memiliki kemampuan tinggi d. membantu pelaksanaan tugas kepolisian di daerah. 15. Dampak pendudukan Jepang terhadap bahasa Indonesia adalah.... a. bahasa Indonesia tidak boleh digunakan b. bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa resmi di kantor dan sekolah c. bahasa Indonesia menggantikan posisi bahasa Belanda dan Inggris d. bahasa Indonesia semakin maju dan disempurnakan. 16. Siapakah tokoh proklamator kemerdekaan Indonesia ? a. Soekarno-Hatta b. Soekarno-Ahmad Soebardjo c. Hatta-Ahmad Soebardjo d. Ahmad Soevardjo-Chaerul Saleh e. Soekarno-Chaerul Saleh 17. Alasan golongan pemuda menginginkan proklamasi kemerdekaan Indonesia dilakukan secepat-cepatnya, karena … a. keadaan Indonesia yang sedang vacum of power b. hasil rapat golongan pemuda di Gedung Bakteriologi c. kekalahan Jepang tanpa syarat kepada sekutu d. bangsa Indonesia tidak sabar untuk mendapatkan kemerdekaan Indonesia e. Jepang telah pergi dari Indonesia 18. Kemerdekaan Indonesia direbut dengan susah payah, dengan mengorbankan jiwa dan harta demi mendapatkan hawa kebebasan, maka dibawah ini hal-hal yang harus dilakukan oleh generasi pemuda saat ini untuk menjaga integrasi bangsa yang mulai pecah, KECUALI… a. bergaul tanpa membedakan asal sukunya b. bersikap non-SARA c. mencintai produk dalam negeri d. bangga terhadap budaya Indonesia e. menganggap sukunya yang paling hebat 19. 1. Daerah Rengasdengklok jauh dari Jakarta 2. Daerah sekeliling Rengasdengklok telah dijaga oleh pasukan-pasukan Indonesia 3. Daerah Rengasdengklok memiliki persedian logistik yang cukup 4. Daerah Rengasdengklok dekat dengan Laut Jawa 5. Daerah Rengasdengklok merupakan basis golongan pemuda Dari beberapa pernyataan di atas, manakah yang termasuk alasan golongan pemuda memilih Rengasdengklok sebagai tempat untuk mengamankan Soekarno-Hatta? a. 1, 2, 3 c. 3, 4, 5 e. 1, 4, 5 b. 2, 3, 4 d. 2, 4, 5 20. Kepercayaan terhadap roh nenek moyang disebut… a. Animisme c. Polytheisme b. Dinamisme d. Monotheisme 21. perhatikan hasil kebudayaan di bawah ini… 1. Nekara 4. dolmen 2. kapak lonjong 5. kubur batu 3. menhir hasil kebudayaan megalithikum adalah…. a. 1,2,dan 3 c. 3,4,dan 5 b. 2,4, dan 5 d. 2,3, dan 4 22. hidup dengan cara mengumpulkan makanan langsung dari alam disebut… a. Food producing c. Nomanden b. Food gathering d. Berburu 23. penemuan terhadap hasil kebudayaan seperti nekara, moko, kapak corong, arca dan perhiasan menandakan bahwa Indonesia pernah mengalami zaman… a. besi c. perunggu b. tembaga d. besi 24. Salah satu kebijakan yang diterapkan oleh Raffles di Indonesia adalah… a. Melaksanakan tanam paksa b. Membangun jalan raya Anyer-panarukan c. Menerapkan kerja Rodi d. Menerapkan sistem Sewa Tanah 25. Salah satu isi peraturan tanam paksa adalah… a. Rakyat harus menyerahkan seluruh tanahnya kepada Belanda b. Bila petani mengalami gagal panen maka kerugian akan ditanggung oleh pihak belanda c. Rakyat yang tidak punya tanah wajib bekerja selama setahun penuh d. Rakyat diwaibkan membayar pajak berupa hasil bumi. 26. Tujuan kedatangan bangsa Eropa ke Asia tenggara adalah untuk… a. Berdagang rempah-rempah c. menguasai pusat rempah-rempah b. Mencari pusat rempah-rempah d. menjalin kerjasama 27. Yang tidak termasuk faktor dalam Negara sebagai pendorong pergerakan nasional adalah… a. Penderitaan rakyat akibat penjajahan b. Timbulnya golongan cerdik cendekia c. Hadirnya pemimpin pasukan perang Negara d. Kejayaan masa Sriwijaya dan Majapahit 28. Perjuangan melawan penjajah yang dilakukan secara kedaerahan dianggap kurang efektif karena… a. Tujuan perjuangan semata-mata hanya untuk kepentingan mendapatkan kembali kekuasaan yang hilang. b. Rakyat tidak memberikan bantuan kepada saat perlawanan berlangsung c. Kekuatan perjuangan yang terpisah-pisah melemahkan upaya melawan penjajah d. Para pemimpin perang dapat dengan mudah berdamai dengan cara perundingan 29. Pungutan pajak pada masa Raffles disebut… a. Contingenten c. Land Rent b. Verplichte Leverantie d. Priangan stelsel 30. Golongan yang muncul sebagai dampak diterapkannya politik Etis adalah… a. Golongan bangsawan c. golongan ningrat b. Golongan pengusaha d. golongan terpelajar 31. Preanger stelsel adalah… a. Kewajiban untuk membayar pajak tanah b. Sistem yang mengharuskan menanam kopi bagi rakyat yang berada di priangan c. Penjualan hasil bumi dari daerah jajahan d. Undang-undang yang mengatur kuli-kuli 32. Organisasi yang didirikan oleh tiga serangkai (Douwes Dekker, Cipto Mangunkusumo, Suwardi Suryaningrat) adalah… a. Budi Utomo c. Partai Nasional Indonesia b. Indissche Partije d. perhimpunan Indonesia 33. Perbedaan anatara zaman praejarah dengan zaman sejarah adalah… a. zaman prasejrah sudah ada tulisan, zaman sejarah belum ada tulisan b. zaman prasejarah belum ada tulisan, zaman sejarah sudah ada tulisan c. zaman prasejarah belum ada manusia, zaman sejarah sudah ada manusia d. zaman prasejarah sudah ada manusia, zaman sejarah belum ada manusia. 34. Sumber sejarah yang dikatagorikan sebagai sumber tertulis adalah... a. dolmen c. prasasti b. sarkofagus d. Mitos 35. Sisa kehidupan makhluk hidup yang telah membatu disebut... a. tengkorak c. artefak b. mummi d. fosil 36. Ciri yang paling menonjol pada masa bercocok tanam adalah… a. hidup berpindah-pindah b. telah hidup menetap c. masih tergantung pada hasil alam d. alat-alat kehidupannya sudah terasa dengan sempurna 37. Perhatikan hal-hal dibawah ini ! 1. pola hidup Food gathering 2. hidup menetap 3. hidup berpindah-pindah 4. pola hidup food producing 5. ditemukan peninggalan dari batu besar 6. alat yang digunakan terbuat dari batu manakah yang merupakan ciri-ciri pada masa paleolithikum atau zaman batu tua... a. 1,3,5 c. 1,3,6 b. 2,3,4 d. 4,5,6 38. Manusia prasejarah tertua di Pulau Jawa adalah... a. pithecantropus erectus c. Megantropus paleojavanicus b. pithechantropus mojokertensis d. Homo wajakensis 39. Sumber-sumber sejarah yang disimpan didalam museum merupakan sumber sejarah berupa... a. sumber tulisan c. sumber lisan b. sumber benda d. Sumber sejarah 40. Hidup dengan cara masih mnegumpulkan makanan langsung dari alam... a. Food Producing c. Nomanden b. Food Gathering d. Sedentera 41. Kepercayaan terhadap roh nenek moyang disebut... a. animisme c. polytheisme b. dinamisme d. Monotheisme 42. Zaman perundagian identik dengan ditemukannya alat-alat kehidupan yang terbuat dari... a. logam c. kayu b. batu d. emas 43. Manfaat yang dapat diambil dengan mempelajari peristiwa di masa lampau adalah… a. agar dapat diambil dengan mempelajari peristiwa di masa lampau b. mengenang peristiwa masa lampau c. untuk dapat diceritakan kepada generasi mendatang d. melupakan kehidupan yang sudah lewat 44. Meja batu yang biasa dijadikan meja sesaji bagi pemuja roh nenek moyang adalah… a. Menhir c. Sarkofagus b. Dolmen d. Arca 45. Pernyataan yang paling tepat untuk mendefinisikan pengertian manusia prasejarah adalah… a. memiliki otak lebih besar dari manusia sekarang b. tingkat kehidupannya sudah modern c. belum memiliki kemampuan menulis d. hanya hidup di wilayah Asia dan Afrika 46. Dibawah ini adalah bukan merupakan hasil-hasil kebudayaan Megalithikum… a. Dolmen c. Menhir b. Sarkofagus d. Perimbas 47. Kedatangan nenek moyang ke wilayah kepulauan kita memilih daerah pantai, muara dan sungai karena… a. Letaknya strategis, mudah mendapatkan air, jalur lalu lintas yang mudah di lalui b. Letaknya strategis, datangnya dari laut, hidupnya menetap. c. Mudah mendapatkan air, belum mengetahui kondisi wilayah kepulauan kita. d. Salah semua 48. Apa yang dimaksud zaman perundagian… a. Zaman Batu c. zaman emas b. Zaman logam d. zaman kayu 49. Berdasarkan peninggalan-peninggalan zaman manusia purba, prasejarah dapat dibagi menjadi… a. Zaman sejarah dan prasejarah c. zaman batu dan logam b. Zaman perunggu dan logam d. zaman plestosin dan holosen 50. Jenis hewan yang mula-mula ada adalah… a. Dinasaurus c. Kera b. Trilobit d. Burung *Selamat Berjuang*

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar