Google+ Badge

Minggu, 30 September 2012

Konsep Mind map pembelajaran sejarah


Pelajaran sejarah adalah salah satu pelajaran yang menekankan aspek kognitif dan afektif pada siswa. Menjadi harapan setiap guru agar selama proses pembelajaran siswa bisa aktif dalam pembelajaran. Namun dalam praktek di lapangan masih banyak guru sejarah yang masih menggunakan model pembelajaran konvensional yaitu ceramah. Hal ini berakibat banyak siswa yang pada saat pembelajaran sejarah tidak memperhatikan pelajaran entah karena bosan, mengantuk, apalagi pada jam-jam pelajaran siang.
Mengatasi hal ini ada baiknya guru-guru sejarah ( atau guru bidang studi IPS lainnya) mulai menerapkan metode pembelajaran yang lebih mengaktifkan siswa dalam pembelajaran. Siswa kita jadikan subyek bukan obyek, sehingga mereka merasa “dibutuhkan” selama pembelajaran. Salah satu metode pembelajaran yang telah saya lakukan adalah dengan menggunakan mediamind map (peta konsep).
Contoh Mind Map

Media peta konsep merupakan media pendidikan yang bertujuan untuk membangun pengetahuan siswadalam belajar secara sistematis, yaitu sebagai teknik untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa dalam penguasaan konsep belajar dan pemecahan masalah (Pandley, dkk., 1994). Langkah yang dilakukan dalam membuat peta konsep adalah dengan memikirkan apa yang menjadi ‘pusat’ topik yang akan diajarkan, yaitu sesuatu yang dianggap sebagai konsep inti. Dari konsep inti dibuat cabang-cabang, kemudian menuliskan kata atau istilah, kelompok kata yang memiliki arti, yaitu yang mempunyai hubungan dengan konsep inti, sehingga akhirnya membentuk satu peta hubungan integral dan saling terkait antara konsep atas – bawah –samping ( Nakhleh, 1994).
Media pembelajaran peta konsep sangat memungkinkan untuk digunakan. Pembuatan peta konsep yang menggunakan warna yang beraneka, simbol, serta bentuk dan besar huruf yang bervariasi tampilan peta konsep sangat cocok dengan paradigma baru pembelajaran. Peta konsep biasanya dibuat pada lembaran kertas polos, ditulis tangan dengan menggunakan spidol atau pensil yang berwarna-warni. Biaya pembuatannya relatif murah, mudah dibawa dan disimpan.
                    Siswa bekerja dalam kelompok membuat mind map
Dalam hal ini saya tidak langsung membuat mind map sesuai dengan tema yang sedang saya sampaikan pada siswa, namun agar siswa terlibat dan merasakan pengalaman dalam membuatmind map, maka saya minta siswa secara berkelompok membuat mind map dengan tema-tema yang berbeda. Dalam hal ini saya berfikir bahwa siswa harus bisa menentukan mind map yang akan mereka buat sehingga siswa bisa aktif sekaligus akan timbul kreativitasnya.
Langkah pertama yang saya lakukan adalah membentuk kelompok siswa. Kelas  yang saya gunakan dalam penerapan metode  ini adalah kelas XI. IPS 4. Materi yang diambil adalah Masa Kolonial di Indonesia. Adapun langkah-langkah kerja yang  dilakukan adalah sebagai berikut :
1)        Membentuk 6 kelompok ( setiap kelompok 5 – 6 siswa)
2)        Setiap kelompok mempersiapkan bahan-bahan seperti buku referensi,
            spidol warna, kertas karton, double tip, lem, dan lain-lain
3)        Setiap kelompok membuat mind map ( peta pemikiran) tentang
            kebijakan pemerintahan kolonial di Indonesia
4)        Setiap kelompok mempresentasikan peta pemikiran yang telah dibuat di
           depan kelas
5)        Pembagian kelompok dan materi adalah sebagai berikut :
            A.  Kelompok satu  terdiri atas :
  • Andi Saputro, Agus Prehatin, Arifah Retno P, Fitriana Rahmawati, Nur Fitriana KW,  dan Umi Fitriani SCM
  • Membuat mind map  Masa Kekuasaan VOC
           B.  Kelompok dua terdiri atas :
  • Endra Kurniawan, Idah suryanti, Nur Rahmawati K, Rima Tafid Arrizka, dan Suprihatin
  • Membuat mind map  Masa Kekuasaan Daendels
          C.   Kelompok tiga terdiri atas :
  • Khoiru Rosyid, Anisa Nur Wahyuni, Dwi Wijiastuti, Imala Zumrotul Hanik, Priyatin, dan Tauvif Isma
  • Membuat mind map Masa Kekuasaan Raffles
         D. Kelompok empat terdiri atas :
  • M. Syarif Hidayat, Arifah Novitasri, Eri Nurhidayati, Kyky Miftahul Jannah, dan Rahma Lusiawati
  • Membuat mind map Masa Kekuasaan Pemerintah Hindia Belanda
        E. Kelompok lima terdiri atas :
  • M. Agung Prasojo, Fatin Umi Maimunah, Lisdiyah Tuti, Willys Wulandari, Rohmani Solikhah, dan Yurika Nilasari
  • Membuat mind map Masa Sistem Tanam Paksa
        F. Kelompok enam terdiri atas :
  • Zakaria Ahmad, Fitria Rahmana Dewi, Rika Oktariyani, Vii Rahmawati, dan Umi Supriyatin
  • Membuat mind map  Masa Zaman Liberal ( Undang-undang Agraria 1870)                        Siswa mempresentasikan mind map di depan kelas                                  Salah satu contoh mind map siswa
Selanjutnya masing-masing kelompok mempresentasikan mind map yang telah dibuat sembari memberikan penjelasan sesuai dengan tema masing-masing. Pada tahap ini siswa mau tidak mau harus menguasai materinya sehingga mereka termotivasi untuk menampilkan yang terbaik agar mendapat penilaian yang maksimal. Selama menyampaikan presentasi, kelompok yang lain memberikan masukan dalam bentuk pertanyaan atau sanggahan dari yang disampaikan kelompok lain. Dengan metode mind map yang saya terapkan ini terbukti bahwa siswa lebih aktif dalam pembelajaran sejarah yang sebelumnya dianggap pelajaran yang membosankan, membuat mengantuk dan hal-hal negatif lainnya. Semoga dengan pengalaman ini bisa bermanfaat bagi rekan-rekan guru yang lain. Selain itu metode mind map juga lebih memudahkan siswa dalam mempelajari materi, apalagi sejarah membutuhkan banyak hafalan materi. Maju terus pendidikan Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar